ranjana.id – Bandar Lampung | Keberadaan jaringan internet di tengah pemukiman masyarakat memang diperlukan ditengah era digitalisasi.
Namun, keberadaan tiang dan kabel udara jaringan internet di Bandar Lampung yang dipasang sembarangan dan semrawut mulai dikeluhkan masyarakat karena tidak tertata dan dipasang sembarangan di fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang dibiayai pajak masyarakat. Turaihan Aldi, pegiat Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Bandar Lampung, ketika dihubungi awak media (28/2/2026), mengatakan, keberadaan tiang internet di Bandar Lampung sudah meresahkan, pasalnya jumlah tiang yang ditanam disatu titik sudah lebih dari dua tiang.
“Bandar Lampung sekarang sudah jadi hutan tiang besi internet. Di mana-mana tiang ditanam dan jumlahnya diluar nalar, lima, enam, paling sedikit tiga tiang. Jumlah pohon yang menghasilkan oksigen untuk manuasia saja kalah di Bandar Lampung.” papar Turaihan Aldi.
Ia menambahkan keberadaan tiang internet tersebut cukup mengganggu masyarakat Bandar Lampung karena dipasang di bahu jalan dekat dengan aspal, bahkan di pinggir-pinggir gang pun ada dan menyebabkan penyempitan akses gang.
“Itu masang tiangnya semaunya sendiri. Bahu jalan dan pinggir gang itu fasum. Fasum itu dibayar pakai pajak masyarakat, bukan pakai uang provider internet.” ucapnya.
Terkait dengan jaringan kabel udara internet, Turaihan Aldi mengatakan, kabel yang dipasang semrawut, jumlahnya banyak dan mengganggu pandangan.
“Coba lihat kabel-kabel internetnya, semrawut, main gulung dan gantung begitu saja, berantakan silang sana silang sini”, ucapnya.
“Belum lagi, kabelnya main tarik semaunya, sehingga banyak yang mulur, kendur dan turun posisinya, sehingga membahayakan masyarakat. Pokoknya berantakan, semrawut.” tambahnya.
Turaihan Aldi, juga mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung segera melakukan moratorium (penghentian) penambahan tiang dan kabel jaringan internet komersil karena sudah menyebabkan kesemrawutan Kota Bandar Lampung.
“Moratorium dulu lah, jangan ditambah lagi tiang dan kabel internetnya. Bukan kita anti kemajuan zaman digitalisasi. Ini sudah kelewat semrawut.” ujarnya.
“Saya dapat kabar malah ada provider baru yang pasang tiang dan kabel internet. Jangan ditambah dulu lah, tata dulu. Jangan sampai kabel dan tiang internet yang ada malah jadi masalah baru bagi masyarakat.” pungkasnya. (Redaksi-001)
Keberadaan Tiang Dan Kabel Jaringan Internet Yang Semrawut Mulai Dikeluhkan Masyarakat






