ranjana.id – Bandar Lampung | Dalam rangka memperkuat persiapan pendirian Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) dan benchmarking sarana prasarana laboratorium ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya di Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis, 21/5/2026.
Hal ini menjadi bagian dari proses pendampingan FK UIN Jakarta yang menjadi kampus pembina dalam pendirian FK UIN RIL.
Rombongan UIN RIL dipimpin Rektor Prof. Wan Jamaluddin Z, didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Andi Thahir, serta tim asistensi pendirian FK UIN RIL.
Kehadiran rombongan disambut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Din Wahid, dan jajaran.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengapresiasi langkah UIN Raden Intan Lampung dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Sebagai kampus pembina, Fakultas Kedokteran UIN Jakarta berkomitmen memberikan pendampingan akademik dan kelembagaan untuk mendukung kesiapan pembukaan fakultas tersebut.
Rektor UIN RIL Prof. Wan Jamaluddin mengatakan kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran institusi, terutama terkait pengelolaan laboratorium, sarana pembelajaran kedokteran, tata kelola akademik, hingga kesiapan sumber daya manusia pendukung pendidikan kedokteran.
“Pengalaman dan praktik baik yang dimiliki FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat menjadi referensi dalam pengembangan FK di UIN Raden Intan Lampung,” kata dia
Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Andi Thahir menyatakan kegiatan tersebut merupakan langkah untuk memperkuat kesiapan akademik maupun non akademik dalam pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Raden Intan Lampung.
Ia juga menilai jejaring dan kolaborasi dengan institusi yang telah berpengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran menjadi hal penting dalam proses pengembangan fakultas.
Dalam sesi bimtek dan benchmarking, rombongan memperoleh pemaparan mengenai pengelolaan laboratorium anatomi, laboratorium biomedik, laboratorium keterampilan klinik (skills lab), sistem penjaminan mutu, hingga manajemen sarana dan prasarana pendidikan kedokteran.
Selain sesi diskusi, peserta juga meninjau langsung berbagai fasilitas laboratorium dan ruang pembelajaran di lingkungan FK UIN Jakarta.
Rektor berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat, baik dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan tata kelola pendidikan kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). (*)






