ranjana.id – Lampung Selatan | Kerusakan lingkungan seperti pencemaran sampah plastik, berkurangnya ruang hijau, dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah masih menjadi persoalan di banyak wilayah. Pelajar sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Namun, masih banyak siswa yang belum mendapatkan edukasi praktis mengenai pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, serta gaya hidup ramah lingkungan.
Melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup Bagi Pelajar, diharapkan para pelajar mampu memahami isu lingkungan, membentuk kebiasaan positif, serta menjadi agen perubahan di sekolah dan masyarakat.
Kegiatan yang diprakarsai oleh SISPALA LGH SMA Ma’arif 1 Sukatani ini dilaksanakan di SMA Ma’arif 1 Sukatani, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, dan diikuti oleh pelajar tingkat SMP, guru pendamping, anggota Pramuka, serta GSM WALHI Lampung.
Ketua SISPALA LGH sekaligus Ketua PIC kegiatan, Saka Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus aksi nyata bagi pelajar dalam menjaga lingkungan hidup.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para pelajar tidak hanya memahami teori tentang lingkungan hidup, tetapi juga mampu menerapkan aksi nyata seperti menanam pohon, mengelola sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP, anggota Pramuka, dan GSM WALHI Lampung di wilayah Lampung Selatan, yaitu: SMPN Satu Atap 1 Kalianda,
SMPN Satu Atap 2 Kalianda, SMPN Satu Atap 4 Kalianda, MTs Raudlatul Ulum Sukabanjar, SMP 1 Way Panji Sidoharjo, SMPN 2 Palas, MTs Darul Amanah Lubuk Kamal
MTs GUPPI 04 Bumi Asih Palas, SMPI Maslahatul Ummah Sidomakmur, SMPN 3 Kalianda, SMA Ma’arif 1 Sukatani, Anggota Pramuka Saka Bhayangkara, Anggota Bahari Lampung Selatan dan GSM Walhi Lampung.
Saka Maulana juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai lembaga dan organisasi lingkungan hidup.
Pemateri pertama, Wahyudi Kurniawan selaku Kepala UPTD KPH Way Pisang, menyampaikan materi tentang Pengenalan Perubahan Iklim, Konservasi Lingkungan Hidup dan Peran Pelajar dalam Menjaga Lingkungan Hidup; Pemateri kedua, Ernanda AS selaku Kabid PPKL Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan materi tentang Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di Lingkungan Sekolah, Pengenalan Bank Sampah dan Praktik Pembuatan Eco-Brick; Materi ketiga disampaikan oleh Irfan Tri Musri, selaku Direktur WALHI Lampung, mengenai Peran Pelajar dalam Membangun Gerakan Lingkungan Hidup dan Kampanye Menjaga Kelestarian Alam; Sementara materi keempat disampaikan oleh Supriyanto dari Wanacala Lampung mengenai Praktik Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik Cair dan Padat.
Semoga para pemateri yang kami undang dapat memberikan banyak manfaat dan pengetahuan baru bagi seluruh peserta kegiatan,” tambah Saka Maulana.
Bahwa kegiatan yang laksanakan hari ini mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan, BPDLH, dan program FOLU Net Sink 2030.
Selain materi ruangan yang disampaikan pada tanggal 20 Mei 2026, panitia juga akan melaksanakan kegiatan Field Trip pada tanggal 21–22 Mei 2026 dengan agenda penanaman bibit produktif dan pinang di: SMPN Satu Atap 1 Kalianda, SMPN Satu Atap 2 Kalianda, MTs Raudlatul Ulum Sukabanjar dan MTs GUPPI 04 Bumi Asih.
Saka Maulana juga menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup; Menanamkan sikap peduli lingkungan melalui praktik langsung seperti pemilahan sampah, daur ulang, dan penghijauan; Mendorong terbentuknya budaya sekolah hijau dan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari; Membentuk kader pelajar peduli lingkungan sebagai motor penggerak aksi lingkungan di sekolah; Mengurangi volume sampah sekolah melalui edukasi pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai.
Kepala SMA Ma’arif 1 Sukatani, Anggriana, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan hidup sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini sangat positif karena mampu membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup sejak dini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ernanda AS, mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, dalam sambutannya mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor gerakan lingkungan di sekolah dan masyarakat.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam mendukung pengendalian perubahan iklim dan gerakan penghijauan,” katanya.
Salah satu peserta, Mutiara Setia Wati dari SMPI Maslahatul Ummah, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru tentang lingkungan hidup.
“Saya merasa senang karena bisa belajar tentang alam, cara membuat pupuk cair dan padat, serta mengetahui cara menanam pohon,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 125 peserta dan panitia ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk terus menjaga lingkungan hidup serta menjadi generasi muda yang aktif dalam gerakan pelestarian alam di masa depan. (Redaksi-011)






