ranjana.id – Bandar Lampung | Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, secara resmi membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2026 di Graha Mandala Alam, Kecamatan Kedaton, Jumat (23/10/2026). Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (25/10/2026), mengusung tema “Menuju Prestasi Kota Bandar Lampung yang Lebih Baik.”
Pembukaan kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga pencak silat sekaligus memperkuat pembinaan atlet di Kota Bandar Lampung. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Edo Bagus Riyadi, serta jajaran pengurus dan insan olahraga pencak silat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan prestasi atlet pencak silat.
Eva berharap kejuaraan ini dapat menjadi ajang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, meningkatkan penguasaan teknik, taktik, dan strategi bertanding, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat regional maupun nasional.
Ia juga mendorong seluruh perguruan pencak silat dan pengurus olahraga terkait agar terus memperkuat pembinaan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Bandar Lampung.
Selain itu, Eva mengingatkan para atlet agar senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan prinsip fair play. Kepada para juri dan wasit, ia menekankan pentingnya menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan tidak memihak.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bandar Lampung, Hj. Misgustini, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pencak silat merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur dalam membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta semangat berprestasi generasi muda.
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap hasil pembinaan atlet di masing-masing perguruan.
“Melalui kejuaraan ini, diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarperguruan pencak silat, sekaligus menjadi wadah penjaringan dan pengembangan atlet potensial yang dapat membawa nama baik Kota Bandar Lampung ke tingkat yang lebih tinggi,” demikian semangat yang disampaikan dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Misgustini menegaskan, kegiatan ini diharapkan dapat terlaksana secara tertib, profesional, dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga pencak silat di Kota Bandar Lampung.
Ia juga menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut memiliki sejumlah tujuan utama, yaitu:
- Meningkatkan prestasi dan kualitas atlet pencak silat di Kota Bandar Lampung.
- Menjadi sarana pembinaan dan evaluasi atlet sesuai kategori usia.
- Menjaring dan menyeleksi bibit atlet potensial untuk pembinaan berkelanjutan.
- Menumbuhkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan antarperguruan pencak silat.
- Melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Dengan tujuan tersebut, IPSI Kota Bandar Lampung diharapkan dapat terus memperkuat sinergi bersama perguruan pencak silat, pelatih, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih baik.
Wawancara dengan salah satu atlit dan juga pelatih menyampaikan bahwa terlihat dengan penuh semangat pembinaan atlet juga terlihat dari upaya yang dilakukan Panni Marshelika Mega (22), atlet sekaligus pelatih KESTI TTKKDH Gunung Agung, yang telah menekuni dunia pencak silat selama delapan tahun.
Panni mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi kejuaraan dilakukan melalui latihan rutin yang mencakup peningkatan kondisi fisik, penguasaan teknik, penyusunan strategi bertanding, serta pembentukan mental atlet.
Latihan dilaksanakan empat hingga lima kali dalam seminggu untuk menjaga kesiapan atlet agar mampu tampil maksimal saat bertanding.
Menurut Panni, tantangan terbesar dalam mempersiapkan atlet adalah menjaga konsistensi latihan, meningkatkan kondisi fisik, serta membangun kesiapan mental dalam menghadapi lawan yang memiliki karakter dan kemampuan berbeda-beda.
Baginya, target dalam kejuaraan tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga pada peningkatan pengalaman bertanding, perkembangan kemampuan atlet, serta menjaga nama baik perguruan.
“Kejuaraan seperti ini sangat penting bagi atlet karena menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan hasil latihan, menambah pengalaman bertanding, dan memperbaiki kekurangan untuk menghadapi kompetisi berikutnya,” menjadi pesan yang sejalan dengan upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Panni berharap IPSI Kota Bandar Lampung terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet, menyelenggarakan kejuaraan secara rutin, serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi atlet-atlet muda untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. (Redaksi-011)






