ranjana.id – Kinshasa | Meningkatnya kekerasan di wilayah tenggara Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) telah memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka sejak Agustus. Badan kemanusiaan PBB melaporkan gelombang pengungsian baru yang dipicu oleh serangkaian serangan di wilayah tersebut, dilansir dari Xinhua, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, hampir 12.000 orang melarikan diri dari wilayah Nambya di Provinsi Haut-Lomami. Mereka mengungsi menuju wilayah Mitwaba di Provinsi Haut-Katanga pada Senin, 18 Oktober 2026.
Pengungsian tersebut terjadi setelah serangan yang dilaporkan menewaskan dua warga sipil, melukai sejumlah orang lainnya, serta menyebabkan beberapa orang diculik. OCHA menyebutkan, para pengungsi yang baru tiba bergabung dengan sekitar 14.500 orang lainnya.
Mereka sebelumnya telah melarikan diri dari serangan serupa pada awal bulan ini. Gelombang pengungsian tersebut semakin meningkatkan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Kedatangan para pengungsi juga menambah beban masyarakat setempat yang menampung mereka. Kebutuhan mendesak meliputi perlindungan, tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, air bersih, serta fasilitas sanitasi.
OCHA memperingatkan bahwa berlanjutnya kekerasan dapat memaksa lebih banyak keluarga meninggalkan rumah mereka. Situasi keamanan yang memburuk juga berpotensi menyulitkan pekerja kemanusiaan dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.
OCHA kembali menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk melindungi warga sipil dan menghormati hukum humaniter internasional. OCHA juga menegaskan pentingnya memastikan akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat membutuhkan. (*)






