TNI Siap Kirim Pasukan Perdamaian PBB ke Lebanon

Personil Satgas Force Headquarters Support Unit XXVI-01 Konga UNIFIL | Foto: Puspen TNI

ranjana.id – Jakarta | Pemerintah memastikan ratusan prajurit TNI siap diberangkatkan ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian PBB melalui UNIFIL.

UNIFIL dibentuk sejak 1978 dan memiliki tugas menjaga stabilitas kawasan perbatasan Lebanon-Israel serta mendukung bantuan kemanusiaan.

Mandat pasukan perdamaian PBB mencakup pengawasan keamanan, perlindungan fasilitas PBB, hingga mendukung pemulangan warga terdampak konflik.

Ratusan personel Satgas Force Headquarters Support Unit XXVI-01 Konga UNIFIL menggelar latihan rencana kontijensi, Minggu, 29 Oktober 2023 (Foto: dokumentasi/Puspen TNI)

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memastikan ratusan prajurit TNI siap jalankan misi perdamian ke Lebanon. Pasukan tersebut bergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), misi penjaga perdamaian PBB di kawasan perbatasan Lebanon dan Israel.

Pengiriman pasukan ini menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Indonesia sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar di bawah naungan PBB.

Baca juga:Kepala KSP Pastikan Pasukan TNI Siap Jalankan Amanat Perdamaian di Lebanon

UNIFIL merupakan misi penjaga perdamaian PBB yang dibentuk pada 19 Maret 1978 melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 425 dan 426. Pembentukan pasukan tersebut dilakukan setelah invasi Israel ke Lebanon Selatan dalam konflik yang melibatkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Awalnya, UNIFIL memiliki tiga tugas utama, yakni memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan. Kemudian memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu Pemerintah Lebanon memulihkan otoritasnya di wilayah tersebut.

Namun, mandat UNIFIL diperluas pada 2006 melalui Resolusi 1701 setelah pecah perang antara Israel dan Hizbullah. Sejak saat itu, tugas pasukan perdamaian menjadi lebih kompleks dan mencakup pengawasan keamanan di kawasan perbatasan.

Baca juga:Seskab Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Prajurit dari UNIFIL

Dalam menjalankan mandatnya, pasukan perdamaian PBB memiliki sejumlah tugas penting, antara lain:

  • Memantau penghentian permusuhan antara pihak yang bertikai.Mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon di wilayah Lebanon Selatan.
  • Mengawasi area Blue Line atau garis batas antara Lebanon dan Israel.
  • Membantu distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga sipil terdampak konflik.
  • Mendukung pemulangan aman warga yang mengungsi akibat perang.
  • Membantu pengamanan perbatasan Lebanon untuk mencegah masuknya senjata ilegal.
  • Melindungi personel, fasilitas, dan instalasi PBB di wilayah operasi.

Selain itu, pasukan penjaga perdamaian juga diberi kewenangan mengambil tindakan yang diperlukan. Terutama untuk memastikan wilayah operasional mereka tidak digunakan untuk aktivitas permusuhan. (*)