Siang Ini, GEBRAK Gelar Unjuk Rasa Dukung Kedaulatan Rakyat Venezuela Di Kedubes Amerika

Pamflet Unjuk Rasa GEBRAK di Kedubes Amerika Serikat untuk Mendukung Venezuela (5/1/2026) | Foto : Konfederasi KASBI

ranjana.id – Jakarta | Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) akan menggelar unjuk rasa mendukung kedaulatan rakyat Venezuela pada siang ini (6/1/2026) jam 13:00. Unjuk rasa ini akan digelar di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika, di Jakarta.

Dalam rilis yang disampaikan melalui juru bicaranya, Sunarno, GEBRAK menilai bahwa saat ini di Latin Amerika sedang terjadi peningkatan eskalasi geopolitik dan terjadinya Invasi Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela sebagai entitas negara yang berdaulat.

“Hal ini ditandai adanya pengerahan pasukan AS di Karibia dengan dalih memerangi perdagangan narkoba, dan setelah serangan darat pertama di area dermaga di dalam negeri, militer AS secara tak terkendali meningkatkan agresinya dengan melancarkan serangan skala besar terhadap Ibu Kota Negara Venezuela di Caracas, dan terjadinya peristiwa penangkapan Presiden Venezuela ‘Nikolas Maduro”dan istrinya”, kata Sunarno yang juga Ketua Konfederasi KASBI.

Ia menambahkan, penculikan Presiden Venezuela ini merupakan tindakan agresif yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan AS telah melanggar setiap prinsip dasar hukum dan praktik peradilan internasional, dan tindakan AS tersebut berpotensi membuka front perang baru di kancah global yang tidak stabil.

“Intervensi ini menegaskan fase kacau yang telah dimasuki agresi imperialis dengan konsekuensi yang tak terduga.
Bahwa berbagai kelompok gerakan buruh di berbagai negara menyatakan mengutuk dan mengecam keras intervensi imperialis di Venezuela yang bertujuan untuk mengendalikan kekayaan mineral dan energi negara tersebut dalam kerangka antagonisme antar-imperialisme untuk dominasi.” kata Sunarno.

ia juga menjelaskan, kelompok serikat buruh di Indonesia yang berorientasi perjuangan kelas dan militan, menyatakan dukungan yang teguh kepada rakyat Venezuela yang berdaulat, mengutuk intervensi yang tidak dapat diterima dan belum pernah terjadi sebelumnya, serta mengutuk keras intervensi imperialis terhadap rakyat Venezuela dan secara nyata memperluas solidaritas internasionalis mereka dalam berbagai cara, mendukung hak yang tidak dapat dinegosiasikan dari rakyat untuk menentukan masa kini dan masa depan mereka sendiri secara bebas dan demokratis.

“GEBRAK mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyatakan sikap menolak intervensi militer AS terhadap Venezuela dan menyerukan penghentian perang yang mengorbankan rakyat kecil dan buruh diseluruh dunia”, kata Sunarno.

“Kami menuntut AS melalui Kedubesnya di Amerika untuk menghentikan embargo dan blokade ekonomi terhadap Venezuela dan segeraebaskan Presiden Venezuela Nikolas Maduro dan istrinya”, pungkasnya. (Redaksi)