Pasca Serangan UNIFIL Di Lebanon, Malaysia Hentikan Operasi Militer

Konvoi UNIFIL | Foto : Instagram @unifil_official

ranjana.id – Beirut | Kontingen Batalion Malaysia (MALBATT) 850-13 di Lebanon selatan menghentikan pergerakan operasional. Langkah tersebut dilakukan setelah serangan fatal terhadap penjaga perdamaian UNIFIL, dilansir dari The Sun Malaysia, Rabu, 1 April 2026.

Penghentian tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari markas besar UNIFIL menyusul dua serangan dalam kurun waktu 24 jam. Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, mengonfirmasi keputusan tersebut.

Serangan pertama berupa ledakan proyektil yang terjadi di dekat Adchit al-Qusayr, sementara serangan kedua melibatkan alat peledak rakitan. Kedua serangan tersebut menyebabka tiga penjaga perdamaian Indonesia meninggal dunia serta menyebabkan beberapa personel lainnya mengalami luka serius.

Mohamed Khaled menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan para korban luka agar segera pulih. Menurutnya, serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Menyusul insiden tersebut, tingkat keamanan di area misi langsung ditingkatkan dan seluruh kontingen diwajibkan memperketat prosedur. Kepatuhan terhadap prosedur operasi standar harus dilaksanakan secara ketat, sementara aturan keterlibatan juga diperkuat.

Pergerakan patroli untuk sementara dihentikan, langkah perlindungan pasukan ditingkatkan, dan penilaian situasi dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama.

Semua anggota MALBATT 850-13 dilaporkan dalam kondisi aman. Operasi kini dilakukan dengan lebih berhati-hati.

Setiap penugasan didasarkan pada penilaian situasi terbaru serta instruksi operasional UNIFIL. Langkah-langkah ini bersifat sementara dan bertujuan menjaga keamanan seluruh penjaga perdamaian di wilayah tersebut. (*)