ranjana.id – Kericuhan di Nepal kembali terjadi selama dua hari berturut-turut dipicu bentrokan massa gen Z dengan pendukung Partai Komunis Nepal, Marxis Leninis Bersatu (CPN-UML), pimpinan eks Perdana menteri KP Sharma Oli yang digulingkan pada September 2025 lalu.
Kedua massa yang beda pandangan ini menggelar unjuk rasa di Simara pada Rabu (19/11/2025) lalu. Bentrokan kedua kubu tak terhindarkan hingga di sejumlah titik di dekat bandara, yang mendorong pihak berwenang memberlakukan jam malam.
Abi Narayan Kafle, Juru Bicara Kepolisian Nepal, memastikan situasi di Nepal saat ini sudah kondusif, termasuk di Simara yang terletak 100 kilometer dari Katmandu.
“Situasinya sudah normal,” katanya pada Kamis 20/11/2025, kemarin, seperti dikutip dari AFP.
Kedua massa yang beda haluan juga sempat bentrok sehari sebelumnya.Usai kericuhan hari pertama, Perdana Menteri Nepal, Susila Karki, menggelar pertemuan dengan lebih dari 110 petinggi partai di Nepal pada 19/11/2025.
Perdana menteri Nepal meminta seluruh elemen menahan diri menjaga keamanan dan kondusifitas agar roda perekonomian tetap berjalan.
Karki juga meminta seluruh pihak untuk mempercayai proses demokrasi jelang pemilihan umum yang dijadwalkan 5/3/2026. (*)






