Jika Tidak Ingin Asam Urat Kambuh, Selama Lebaran Anda Harus Hindari Daftar Makanan Ini

ranjana.id Hari Raya Idul Fitri identik dengan hidangan lezat yang menggoda selera. Mulai dari opor ayam, rendang, sambal goreng hati, hingga aneka kue kering dan minuman manis, semuanya tersaji untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Namun, di balik kelezatannya, hidangan Lebaran menyimpan risiko bagi penderita asam urat. Konsumsi makanan yang tidak tepat dapat memicu lonjakan kadar asam urat dalam darah, menyebabkan serangan nyeri sendi yang hebat atau dikenal dengan gout .

Agar momen silaturahmi tetap nyaman, penderita asam urat perlu lebih jeli dalam memilah makanan. Berikut adalah beberapa hidangan khas Lebaran yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya.

1. Jeroan: Sambal Goreng Ati dan Olahan Hati Lainnya

Sambal goreng kentang hati ayam atau sambal ati adalah salah satu lauk wajib saat Lebaran. Sayangnya, hidangan ini masuk dalam daftar pantangan utama bagi penderita asam urat. Jeroan seperti hati, ampela, paru, ginjal, dan limpa adalah makanan dengan kandungan purin yang sangat tinggi . Purin adalah senyawa yang ketika dipecah tubuh akan menghasilkan asam urat. Mengonsumsi jeroan dalam jumlah banyak dapat dengan cepat memicu kekambuhan .

2. Daging Merah: Rendang dan Gulai

Rendang dan gulai yang terbuat dari daging sapi atau daging kambing juga perlu diwaspadai. Daging merah termasuk dalam kategori makanan tinggi purin . Meskipun kandungannya tidak setinggi jeroan, konsumsi daging merah dalam porsi besar dan frekuensi sering selama Lebaran tetap berisiko meningkatkan kadar asam urat . Sebaiknya, batasi konsumsi rendang dan pilihlah potongan daging tanpa lemak.

3. Makanan Laut (Seafood): Udang dan Ikan Teri

  • Berbagai hidangan seafood seperti udang, kerang, cumi-cumi, dan ikan teri kerap disajikan sebagai pelengkap.
  • Makanan laut ini juga dikenal memiliki kadar purin yang tinggi . Ikan teri, yang sering menjadi bahan pembuatan sambal atau topping, termasuk salah satu makanan laut dengan kandungan purin tertinggi dan sebaiknya dihindari.

4. Makanan Berlemak Tinggi: Opor Ayam Bersantan

Selain makanan tinggi purin, makanan tinggi lemak juga musuh bagi penderita asam urat. Hidangan bersantan kental seperti opor ayam, gulai, dan sayur labu siam mengandung lemak jenuh yang tinggi . Lemak ini dapat menghambat kerja ginjal dalam membuang kelebihan asam urat dari dalam tubuh, sehingga kadar asam urat dalam darah tetap tinggi . Sebaiknya, pilih potongan ayam tanpa kulit karena bagian kulit dan lemak ayam tinggi purin.

5. Makanan dan Minuman Manis

Siapa sangka, kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, serta minuman sirup dan es buah juga menjadi pemicu asam urat? Makanan dan minuman manis biasanya mengandung gula fruktosa yang tinggi . Fruktosa dapat memicu tubuh memproduksi lebih banyak asam urat. Proses pemecahan fruktosa di dalam tubuh juga dapat melepaskan purin, yang kemudian diubah menjadi asam urat . Oleh karena itu, batasi konsumsi kue-kue manis dan pilihlah air putih sebagai minuman utama .

6. Camilan: Emping Melinjo

Emping melinjo yang gurih dan renyah sering menjadi camilan pendamping saat bersantai. Namun, melinjo dan empingnya dikenal memiliki kandungan purin yang cukup tinggi dan telah lama masuk dalam daftar pantangan bagi penderita asam urat .

Tips Aman Menikmati Lebaran bagi Penderita Asam Urat

Bukan berarti penderita asam urat tidak bisa menikmati hidangan Lebaran sama sekali. Kuncinya adalah pengendalian diri dan pola makan sehat . Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Batasi porsi: Ambil makanan dalam porsi kecil. Cukup cicipi secukupnya untuk menghindari keinginan makan berlebihan .
  2. Perbanyak minum air putih: Air putih membantu ginjal mengeluarkan asam urat melalui urine. Targetkan minum 2 liter per hari .
  3. Perbanyak sayur dan buah: Konsumsi sayur dan buah-buahan segar, terutama yang tinggi serat dan antioksidan seperti ceri, pisang, brokoli, dan timun yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar asam urat .
  4. Jangan lupa berobat: Bagi yang memiliki riwayat asam urat dan mendapatkan obat dari dokter, pastikan untuk tetap mengonsumsinya sesuai resep saat Lebaran .

Dengan perencanaan dan kontrol diri yang baik, penderita asam urat tetap dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman bersama keluarga besar. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. (Redaksi)