ranjana.id – Lampung Timur | Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyoroti kondisi masyarakat desa penyangga di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang selama ini terdampak konflik antara manusia dan gajah.
Menurut Ela, konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut membuat masyarakat harus menanggung berbagai kerugian, mulai dari kerusakan lahan pertanian hingga ancaman keselamatan.
“Selama ini masyarakat belum mendapat manfaat signifikan, tetapi harus menanggung dampak konflik yang panjang,” kata Ela (30/3/2026).
Ia menilai, keberadaan kawasan konservasi seharusnya tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Pemerintah saat ini tengah mendorong pengelolaan Way Kambas melalui pendekatan baru, yakni menggabungkan aspek konservasi, pembangunan desa, dan skema pasar karbon.
t
Melalui skema tersebut, pendanaan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan masyarakat melalui mekanisme perdagangan karbon.
Ela menyambut baik rencana tersebut dan berharap program ini dapat menjadi solusi atas konflik berkepanjangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)






