ranjana.id – Bekasi | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mencatat telah mendistribusikan 18. 397.275 liter air bersih hingga Senin, 26 Oktober 2026. Yang didistribusikan ke 59 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terdampak kekeringan selama kemarau berlangsung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi mengatakan, akibat kekeringan 41.540 kepala keluarga terdampak. Atau sama dengan 121.693 jiwa.
“Kami terus melakukan upaya penanganan kekeringan melalui pendistribusian air bersih dan air minum kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan bersama berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak,” katanya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih, kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat lahan pertanian seluas 539 hektare terdampak yang tersebar di sembilan kecamatan dan 28 desa di Kabupaten Bekasi.
“Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi lahan pertanian. Karena itu, penanganannya membutuhkan langkah terpadu sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah,” katanya.
Dalam penanganannya, BPBD berkolaborasi dengan instansi teknis. Mulai dari TNI/Polri, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI Kabupaten Bekasi, pemerintah kecamatan dan desa, serta dunia usaha dan lembaga sosial.
Upaya yang dilakukan meliputi distribusi air bersih, normalisasi aliran sungai, pompanisasi lahan pertanian. Kemudian penertiban bangunan liar yang menghambat aliran sungai, serta pembersihan dan pengangkutan sampah.
“Selain dukungan pemerintah daerah, bantuan juga datang dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga sosial. Kolaborasi ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat di berbagai wilayah terdampak,” pungkasnya(*)






