ranjana.id – Santa Clara | Ketika Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, harapan setinggi langit menggantung di Doha. Namun kenyataan berkata lain: tiga kekalahan beruntun, nol poin, dan predikat “tuan rumah terburuk dalam sejarah Piala Dunia” melekat pada skuad Al Annabi .
Empat tahun kemudian, Qatar kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia — kali ini dengan status berbeda. Bukan sebagai tuan rumah yang mendapat tiket otomatis, melainkan sebagai juara bertahan Asia yang lolos melalui jalur kualifikasi . Di bawah komando pelatih anyar asal Spanyol, Julen Lopetegui, Qatar datang ke Amerika Utara dengan satu tekad bulat: buktikan bahwa kegagalan 2022 hanyalah titik awal, bukan akhir.
Lolos Lewat Keringat Sendiri
Performa Qatar di Piala Dunia 2022 memang memalukan. Namun semangat tim tidak patah. Mereka bangkit dengan gemilang dengan mempertahankan gelar Piala Asia — sebuah bukti bahwa dominasi di kawasan Asia bukanlah kebetulan .
Untuk edisi 2026, Qatar memastikan tiket ke Amerika Utara melalui jalur play-off Asia. Artinya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Qatar berada di putaran final Piala Dunia berdasarkan hasil kerja keras mereka sendiri, bukan karena status tuan rumah . Meskipun demikian, sejak memastikan kelolosan pada Oktober 2025, performa Qatar di laga-laga uji coba masih belum meyakinkan dan tercatat belum meraih satu kemenangan pun .
Duet Maut Afif-Ali Tetap Jadi Andalan
Pelatih Julen Lopetegui akhirnya mengumumkan skuad 26 pemain Qatar pada 2 Juni 2026 . Eks pelatih Real Madrid dan Spanyol ini melakukan sedikit perubahan dari skuad 28 pemain yang dibawa ke pemusatan latihan di California. Dua nama yang dicoret adalah kiper Shehab Ellethy dan bek Rayyan Al Ali .
Lopetegui tetap mempertahankan inti skuad yang sukses mendominasi Asia dalam beberapa tahun terakhir. Dua bintang yang pasti menjadi sorotan adalah Akram Afif dan Almoez Ali — duet yang telah terbukti mematikan di level kontinental .
Berikut daftar lengkap skuad Qatar untuk Piala Dunia 2026 :
- Penjaga Gawang : Meshaal Barsham (Al-Sadd), Mahmoud Abunada (Al Rayyan), dan Salah Zakaria (Al-Duhail).
- Bek: Pedro Miguel (Al-Sadd), Boualem Khoukhi (Al-Sadd), Lucas Mendes (Al-Wakrah), Homam Ahmed Al-Amin (Cultural Leonesa), Hashmi Hussein (Al Arabi), Ayoub Alawi (Al Gharafa), Issa Laaye (Al Arabi), dan Sultan Al-Brake (Al-Duhail).
- Gelandang: Karim Boudiaf (Al-Duhail), Abdulaziz Hatem (Al Rayyan), Assim Madibo (Al-Wakrah), Jassem Jaber (Al Arabi), Mohammed Al-Manai (Al Shamal), Ahmed Fathi (Al Arabi0, dan Hassan Al-Haydos (Al-Sadd).
- Penyerang: Akram Afif (Al-Sadd), Almoez Ali (Al-Duhail), Edmilson Junior (Al-Duhail), Mohammed Muntari (Al Gharafa), Youssef Abdulrazzaq (Al-Wakrah), Ahmed Alaa (Al Rayyan), Tahseen Mohammed (Al-Duhail), dan Ahmed Al-Janahi (Al Gharafa).
Total ada sembilan penyerang yang dibawa Lopetegui, sebuah indikasi bahwa Qatar tidak akan tampil terlalu defensif . Namun perhatian tertuju pada tidak dipanggilnya striker veteran Sebastian Soria (42 tahun) yang telah mencetak 39 gol untuk Qatar .
Satu nama yang sempat masuk dalam skuad awal tetapi akhirnya tidak dibawa adalah Niall Mason — bek kelahiran Brighton yang sempat dinaturalisasi .
Ujian di Grup B Bersama Swiss, Kanada, dan Bosnia
Qatar tergabung dalam Grup B bersama dengan Swiss, Kanada, dan Bosnia dan Herzegovina. Ini adalah grup yang menantang bagi wakil Asia, mengingat ketiga lawan berasal dari Eropa dan Amerika Utara dengan gaya permainan yang lebih fisik dan terstruktur.
Berikut jadwal lengkap Qatar di Piala Dunia 2026 (dalam WIB):
- 14 Juni 2026: Qatar vs Swiss.
- 19 Juni 2026: Kanada vs Qatar.
- 25 Juni 2026: Qatar vs Bosnia Herzegovina.
Laga Pembuka vs Swiss, Ujian Berat Pertama
Pertandingan melawan Swiss di Santa Clara menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan Lopetegui. Swiss datang dengan reputasi sebagai tim Eropa yang pragmatis dan sangat sulit ditembus .
Swiss lolos kualifikasi dengan rekor tak terkalahkan dan hanya kebobolan 2 gol dalam 6 pertandingan . Di lini belakang mereka ada Manuel Akanji, bek tengah top Eropa, sementara di lini tengah Granit Xhaka menjadi panglima pengatur tempo permainan. Ini adalah pertahanan yang sangat solid — dan justru kelemahan terbesar Qatar terletak di lini belakang.
Lini pertahanan Qatar yang diisi Pedro Miguel, Boualem Khoukhi, Lucas Mendes, dan Homam Ahmed dikenal sering kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial . Melawan lini depan Swiss yang dihiasi kecepatan Breel Embolo, ini bisa menjadi bencana.
Hadapi Tuan Rumah Kanada di Kandangnya
Laga kedua melawan Kanada menjadi tantangan tersendiri. Bermain di Vancouver, Qatar harus menghadapi dukungan puluhan ribu suporter tuan rumah. Kanada memiliki kecepatan luar biasa di sektor sayap melalui Alphonso Davies, serta ketajaman Jonathan David di depan gawang. Tekanan psikologis bermain di “kandang lawan” bisa menjadi faktor penentu.
Bosnia Jadi Peluang Terbaik Raih Poin
Laga penutup melawan Bosnia-Herzegovina mungkin menjadi peluang terbaik Qatar untuk meraih poin. Bosnia adalah tim dengan kualitas individual mumpuni namun sering inkonsisten. Jika Qatar ingin keluar dari grup dengan status terhormat, laga ini adalah target realistis untuk meraih kemenangan perdana di Piala Dunia.
Kekuatan dan Kelemahan Tim
Duet Afif-Ali dan Pengalaman Lopetegui Dari sisi ofensif, Qatar memiliki duet mematikan Akram Afif dan Almoez Ali . Afif, yang dua kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Asia, memiliki kreativitas dan kemampuan individu yang brilian. Sementara Almoez Ali adalah top skor sepanjang masa Qatar dengan 60 gol dari 126 penampilan .
Kehadiran Julen Lopetegui sebagai pelatih juga menjadi nilai tambah. Pengalaman besarnya menangani klub-klub top Eropa dan tim nasional Spanyol membawa pendekatan pragmatis yang berfokus pada disiplin pertahanan dan efektivitas serangan balik .
Seperti disebut sebelumnya, masalah utama Qatar adalah inkonsistensi lini belakang. Dalam sejarah Piala Dunia 2022, Qatar kebobolan 7 gol dari tiga pertandingan. Sementara pada laga-laga uji coba jelang 2026, mereka belum meraih satu kemenangan pun . Kombinasi bek yang kehilangan fokus menjadi “titik panas” yang akan terus dieksploitasi lawan.
Ambis Lebih dari Sekadar Partisipasi
Bagi Lopetegui dan skuadnya, Piala Dunia 2026 adalah tentang penebusan. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka layak berada di panggung dunia melalui kemampuan, bukan karena privilege menjadi tuan rumah.
“Qatar tidak lagi bermain dengan mentalitas tim tamu. Mereka memiliki kebanggaan sebagai juara Asia,” tulis analisis dari Baolamdong . Sebuah poin, atau bahkan kemenangan, melawan tim unggulan seperti Swiss akan menjadi pernyataan bahwa sepak bola Gulf telah berkembang pesat.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah pada tekanan . Namun secara realistis, Swiss diunggulkan untuk menguasai jalannya pertandingan, sementara Qatar kemungkinan akan bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat .
Qatar memulai kampanye Piala Dunia 2026 pada 14 Juni dini hari WIB melawan Swiss. Pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin, melainkan tentang membuktikan bahwa kegagalan 2022 hanyalah masa lalu, dan bahwa sepak bola Qatar layak diperhitungkan di level dunia.
Apakah duet Afif-Ali mampu menembus tembok kokoh Swiss? Akankah Lopetegui membawa keajaiban bagi tim Asia Barat ini? Kita saksikan perjuangan mereka di Levi’s Stadium, Santa Clara. (Redaksi-001)






