Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Misi Mempertahankan Mahkota di Tengah Transisi Generasi

Timnas Argentina | Foto: Istimewa

ranjana.id – Kansas | Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi Lionel Messi untuk mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang tampil di enam edisi turnamen, sekaligus ujian terakhir bagi “generasi emas” Argentina sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada wajah-wajah baru.

Tiga tahun setelah euforia Qatar 2022, Tim Tango hadir di Amerika Utara bukan lagi sebagai underdog romantis, melainin sebagai juara bertahan yang dibebani ekspektasi dan keraguan. Undian Grup J terbilang ramah—menemui Aljazair, Austria, dan Yordania—namun jalan menuju kejayaan di turnamen dengan format baru yang lebih panjang ini dipenuhi tantangan berat, mulai dari jadwal perjalanan lintas benua hingga pertanyaan tentang ketajaman sang megabintang yang kini menginjak usia 39 tahun.

Skuad: Antara Tulang Punggung Juara dan Wajah Baru

Pelatih Lionel Scaloni menunjukkan kesetiaannya pada fondasi kemenangan dengan mempertahankan 17 pemain dari skuad juara Qatar 2022 . Namun, sembilan nama baru dipanggil untuk menyegarkan energi tim, menandai dimulainya regenerasi secara bertahap .

Berikut komposisi lengkap La Albiceleste untuk Piala Dunia 2026 :

  • Penjaga Gawang: Emiliano Martinez (Aston Villa), Geronimo Rulli (Olympique Marseille), dan Juan Musso (Atletico Madrid).
  • Bek: Nahuel Molina (Atletico Madrid), Gonzalo Montiel (River Plate), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Nicolas Otamendi (Benfica), Lisandro Martinez (Manchester United), Leonardo Balerdi (Olympique Marseille), Facundo Medina (Olympique Marseille), dan Nicolas Tagliafico (Olympique Lyon).
  • Gelandang: Valentin Barco (RC Strasbourg), Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernandez (Chelsea), Leandro Paredes (Boca Juniors), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Rodrigo De Paul (Inter Miami), dan Giovani Lo Celso (Real Betis).
  • Penyerang: Giuliano Simeone (Atletico Madrid), Nico Paz (Como 1907), Nicolas Gonzalez (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Thiago Almada (Atletico Madrid), Lautaro Martinez (Inter Milan), Julian Alvarez (Atletico Madrid), dan Jose Manuel Lopez (Palmeiras).

Keputusan paling kontroversial adalah menyisihkan Alejandro Garnacho yang tampil kurang konsisten di Chelsea, serta Emiliano Buendia . Hal ini menunjukkan Scaloni lebih mengutamakan pemain yang benar-benar sesuai dengan sistem kolektif tim daripada nama besar.

Jadwal dan Grup: Langkah Awal yang Mulus?

Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Banyak pengamat menilai ini adalah grup yang relatif mudah bagi juara bertahan . Namun, waspada terhadap “kejutan” dari wakil Afrika dan Eropa tetap menjadi kata kunci.

Berikut jadwal lengkap fase grup Argentina di Piala Dunia 2026 :

  • 17 Juni 2026: vs Aljazair.
  • 23 Juni 2026: vs Austria.
  • 28 Juni 2026: vs Yordania.

Laga pembuka melawan Aljazair diprediksi menjadi ujian menarik. Meski Argentina diunggulkan, The Desert Foxes memiliki kecepatan di lini sayap melalui Riyad Mahrez dan Mohammed Amoura yang bisa merepotkan . Skuad asuhan Lionel Scaloni dipastikan akan bermain dengan formasi 4-3-3, mengandalkan duo tengah Mac Allister-Enzo untuk mengontrol tempo .

Tiga Tantangan Utama Albiceleste

  1. Misteri Messi di Usia 39
    Tidak bisa dipungkiri, ini adalah Piala Dunia terakhir bagi La Pulga. Mantan jurnalis Spanyol, Julio Maldonado, meragukan kapasitas Messi saat ini, menyebut ia tidak lagi berada di level fisik seperti tahun 2022 . Meski demikian, rekam jejaknya sebagai pencetak rekor dan momen magis di lapangan membuat lawan tetap gentar. Jika ia bermain, Messi akan memecahkan rekor sebagai pemain pria pertama yang tampil di 6 edisi Piala Dunia .
  2. Rentetan Laga dan Jarak Tempuh
    Ini adalah Piala Dunia 48 tim pertama. Jumlah pertandingan untuk menjadi juara bertambah dari 7 menjadi 8 laga . Selain itu, Argentina harus terbang melintasi zona waktu yang berbeda (Kansas, Dallas, hingga Santa Clara). Perjalanan jauh dan pemulihan singkat bisa menjadi “musuh dalam selimut” bagi skuad yang didominasi pemain berusia 30 tahun ke atas .
  3. Sejarah Kutukan Juara Bertahan
    Sejak Brasil pada 1962, belum ada tim yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia . Kutukan ini menjadi beban psikologis. Argentina sendiri pernah mengalaminya pada 1990 saat kalah di final setelah juara di 1986. Opta Supercomputer hanya memberi Argentina peluang 10,4% untuk juara, menempatkan mereka di urutan keempat di bawah Spanyol, Prancis, dan Inggris .

Kekuatan dan Kelemahan

  • Pengalaman Tak Tertandingi: Inti tim (Messi, Otamendi, Di Maria via peran baru, serta Romero) sudah melalui final Piala Dunia dan dua final Copa America.
  • Keseimbangan Lini Tengah: Mac Allister, Enzo, dan De Paul adalah trio yang kompak, pekerja keras, dan kreatif.
  • Ketajaman Duet “El Toro”: Lautaro Martinez dan Julian Alvarez sama-sama dalam performa puncak di klub masing-masing.

Kekurangan Argentina

  • Cedera Pemain Kunci: Nicolas Tagliafico dipastikan absen di awal turnamen karena cedera betis . Kondisi Cristian Romero yang rentan cedera juga menjadi momok .
  • Transisi Generasi: Memasukkan 9 debutan di turnamen sebesar ini adalah taruhan besar. Akankah mereka siap tampil di tekanan tertinggi? .
  • Kecepatan dan Fisik: Dibanding Inggris atau Prancis, lini belakang Argentina terbilang lambat jika menghadapi serangan balik cepat, seperti yang mungkin dilakukan Aljazair .

Argentina di Piala Dunia 2026 adalah sebuah kisah perpisahan yang megah. Mereka tidak lagi difavoritkan absolut seperti tim-tim Eropa yang lebih muda dan bertenaga, tetapi mereka memiliki Messiology—ilmu tentang bagaimana memenangkan pertandingan yang sulit melalui hati, pengalaman, dan kolektivitas.

Babak grup seharusnya bisa dilalui dengan mulus. Namun, ujian sesungguhnya dimulai di babak 32 besar. Apakah Argentina akan menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mempertahankan gelar? Ataukah mimpi itu kandas di perjalanan karena faktor usia dan sejarah? Jika ada satu tim yang bisa mematahkan kutukan, tim itulah Argentina—sebuah tim yang dibangun di atas pundak seorang raja yang enggan turun takhta. (Redaksi-001)