Timnas Aljazair di Piala Dunia 2026: Kembali Setelah 12 Tahun, Siap Kejutkan Dunia

Timnas Aljazair | Foto: istimewa

ranjana.id – Kansas | Setelah menanti selama lebih dari satu dekade, tim nasional Aljazair atau yang dikenal dengan julukan Les Fennecs (Rubah Gurun) akhirnya kembali menginjakkan kaki di pentas Piala Dunia. Kehadiran mereka di edisi 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini disambut antusias, terutama karena skuad yang dibawa kali ini merupakan perpaduan apik antara kapten veteran berpengalaman dan bintang-bintang muda yang sedang bersinar di Eropa.

Berada di Grup J bersama juara bertahan Argentina, Austria, serta Yordania, perjalanan Aljazair diprediksi tidak akan mudah. Namun, dengan talenta yang dimiliki, mereka dibebani misi untuk mengulang pencapaian terbaik sekaligus membalas “hutang sejarah” lama kepada Austria .

Skuad Berpengalaman dengan Sentuhan Muda

Pelatih asal Bosnia, Vladimir Petkovic, yang dikenal karena keberhasilannya menangani Swiss, telah meracik skuad yang kompetitif. Kejutan muncul saat ia memanggil kembali gelandang senior Nabil Bentaleb. Pemain berusia 31 tahun yang sempat lama absen ini terakhir kali memperkuat Aljazair di Piala Dunia 2014 lalu. Petkovic memuji performa apik Bentaleb di level klub sebagai alasan pemanggilannya .

Selain Bentaleb, lini tengah juga diperkuat oleh Houssem Aouar dan Amine Gouiri yang sebelumnya absen karena cedera. Namun, sorotan utama tentu tertuju pada sang kapten, Riyad Mahrez. Di usianya yang ke-35, Mahrez memang mungkin tak lagi mampu bermain penuh 90 menit, namun sentuhan ajaib dan visi bermainnya tetap menjadi senjata utama Petkovic, terutama untuk membuka pertahanan lawan di awal babak .

Satu nama yang paling mencuri perhatian publik adalah Luca Zidane, putra dari legenda Perancis Zinedine Zidane. Kiper yang membela Granada CF ini masuk dalam daftar skuad meski sempat mengalami cedera rahang beberapa waktu lalu. Ia akan bersaing dengan Oussama Benbot di bawah mistar gawang.

Skuad lengkap Aljazair di Piala Dunia 2026:

  • Penjaga Gawang: Luca Zidane (Granada), Oussama Benbot (USM Alger), Melvin Mastil (Stade Nyonnais), danAbdelatif Ramdane (CS Constantine).
  • Bek: Rafik Belghali (Hellas Verona), Samir Chergui (Red Star FC), Rayan Ait-Nouri (Manchester City), Jaouen Hadjam (Young Boys), Aïssa Mandi (Lille), Ramy Bensebaïni (Borussia Dortmund), Zineddine Belaïd (JS Kabylie), Achref Abada (USM Alger), dan Mohamed Amine Tougai (E.S Tunis).
  • Gelandang: Nabil Bentaleb (Lille), Hicham Boudaoui (OGC Nice), Houssem Aouar (Al Ittihad), Fares Chaïbi (Eintracht Frankfurt), Ibrahim Maza (Bayer Leverkusen), Yacine Titraoui (Charleroi), dan Ramiz Zerrouki (FC Twente).
  • Penyerang: Mohamed Amine Amoura (Wolfsburg), Nadhir Benbouali (Gyor), Adil Boulbina (Al-Duhail), Fares Ghedjemis (Frosinone), Amine Gouiri (Olympique Marseille), Anis Hadj Moussa (Feyenoord), dan Riyad Mahrez (Al-Ahli).

“The New Wave”: Harapan Baru Aljazair

Jika Mahrez adalah jantung tim, maka Ibrahim Maza adalah denyut nadi masa depan. Gelandang muda berusia 20 tahun yang membela Bayer Leverkusen ini dijuluki sebagai “Florian Wirtz-nya Aljazair” berkat kemampuannya dalam mengolah bola di ruang sempit dan dribbling mematikannya. Bersama dengan Mohamed Amoura yang produktif di kualifikasi serta Anis Hadj Moussa yang menjadi supersub, lini serang Aljazair memiliki variasi yang sangat sulit ditebak lawan .

Tidak hanya di depan, lini belakang juga diisi talenta muda seperti Rayan Ait-Nouri (Manchester City) dan Rafik Belghali yang didorong untuk aktif melakukan serangan balik cepat, sesuai dengan skema 4-2-3-1 atau 4-1-4-1 favorit Petkovic .

 

Misadi Balas Dendam dan Target Lolos Grup

Tema besar yang mewarnai perjalanan Aljazair di Piala Dunia 2026 adalah “The Shame of Gijon” atau Rasa Malu Gijon. Ini merujuk pada insiden di Piala Dunia 1982, di mana Jerman Barat dan Austria diduga melakukan pengaturan skor yang menguntungkan kedua tim sekaligus menyingkirkan Aljazair yang saat itu tampil impresif. Kini, pertemuan dengan Austria di laga pamungkas grup pada 28 Juni 2026 menjadi ajang pembalasan yang dinanti-nanti .

 

Manajer Vladimir Petkovic sendiri menegaskan timnya tidak datang hanya sebagai pelengkap.

Target realistis mereka adalah mengejar posisi runner-up di belakang Argentina, atau setidaknya menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Jadwal Pertandingan Grup J

Berikut adalah jadwal lengkap Aljazair di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 :

  • 17 Juni 2026: Argentina vs Aljazair.
  • 23 Juni 2026: Yordania vs Aljazair.
  • 28 Juni 2026: Aljazair vs Austria.

Dengan kombinasi pengalaman dan determinasi tinggi, Aljazair layak diwaspadai sebagai salah satu kuda hitam di edisi kali ini. Dukungan penuh dari komunitas Aljazair di Amerika Utara yang terkenal dengan semangat Darbuka mereka juga akan membuat stadion terasa seperti kandang sendiri. (Redaksi-001)