ranjana.id – New York | Jika Piala Dunia 2022 di Qatar adalah “panggung kejutan” bagi Timnas Maroko, maka Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada adalah “panggung penegasan”. Tidak ada lagi yang menyebut mereka kuda hitam. The Atlas Lions kini datang sebagai predator yang diwaspadai, membawa status sebagai tim peringkat 8 dunia dan ambisi untuk melampaui pencapaian fenomenal mereka sebagai semifinalis empat tahun lalu .
Dengan komposisi pemain bintang, perubahan taktik drastis, dan dukungan diaspora yang luar biasa, Maroko bukan hanya peserta—mereka adalah calon pengubah tatanan sepak bola dunia.
Maroko tergabung di Grup C yang ibarat “neraka” bagi tim lemah, namun menjadi lahan berburu yang sempurna bagi skuad garang seperti Maroko. Mereka akan memulai petualangan dengan menghadapi Brasil pada 14 Juni 2026, lalu Skotlandia (20 Juni) dan Haiti (25 Juni) .
Brasil vs Maroko jadi laga pembuka ini adalah ujian sesungguhnya. Brasil yang haus gelar ke-6 akan berhadapan dengan pertahanan terbaik Piala Dunia 2022. Ini adalah duel filosofi: Jogo Bonito vs Disiplin Baja .
Skotlandia dan Haiti: Dua tim ini jelas tidak bisa dianggap remeh. Skotlandia memiliki fisik ala Inggris Raya, sementara Haiti bermain dengan energi tinggi. Namun, jika Maroko ingin lolos, target realistis adalah mengamankan 6 poin dari dua pertandingan ini, karena poin dari Brasil akan jadi bonus besar .
Skuad dan Taktik Di Bawah Komando Baru
Perubahan besar terjadi di bangku pelatih. Walid Regragui, arsitek kesuksesan di Qatar, telah digantikan oleh Mohamed Ouahbi. Jangan panik dulu. Ouahbi bukanlah pelatih sembarangan; ia adalah kampiun Piala Dunia U-20 2025 bersama Maroko. Ia dikenal membawa filosofi yang lebih berani dan ofensif dibandingkan pendahulunya yang cenderung pragmatis .
Siapkan mata Anda untuk skema 4-3-3 fluid atau 4-2-3-1 yang eksplosif. Ouahbi menghilangkan status “underdog” dan menyuruh para singa untuk bermain menekan, memanfaatkan kecepatan sayap, dan mengandalkan transisi cepat yang menjadi senjata pamungkas mereka .
Pemain Kunci: Legenda dan Bintang Baru
Meski ada kabar pahit cedera yang menimpa Abde Ezzalzouli dan Nayef Aguerd (yang memaksa pelatih memanggil Amine Sbai dan Marwane Saadane), kekuatan inti Maroko tetap kokoh .
Achraf Hakimi adalah mesin pembunuh di sayap. Membawa trofi Liga Champions bersama PSG, ia adalah pemain Maroko dengan penampilan Piala Dunia terbanyak. Kecepatannya bak radar pelacak; satu sprint dan ia bisa membelah pertahanan Brasil sendirian .
Brahim Diaz dari Real Madrid ini lolos dari jebakan Spanyol. Dengan dribel mautnya, Diaz adalah pemecah kebuntuan. Ia juga merupakan top skor Piala Afrika baru-baru ini, bukti bahwa ia haus gol untuk negaranya .
Bilal El Khannouss yang baru 22 tahun, namun ia sudah menjadi otak serangan. Gelandang serang Stuttgart ini punya visi bermain seperti Xavi dan tendangan jarak jauh mematikan. Ia adalah “ruang rahasia” yang akan dibuka Ouahbi saat lawan mulai kelelahan .
Walaupun Aguerd cedera, nama-nama seperti Noussair Mazraoui (Manchester United) dan Yassine Bounou (Al Hilal) masih ada. Bounou, kiper dengan refleks kucing itu, masih menjadi momok bagi eksekutor penalti mana pun.
Skuad lengkap Maroko di Piala Dunia 2026:
- Penjaga Gawang: Yassine Bounou (Al-Hilal), Munir El Kajoui (Berkane), dan Ahmed Reda Tagnaouti (Asfar).
- Bek: Nayef Aguerd (Marseille), Youssef Belammari (Al Ahly), Issa Diop (Fulham), Zakaria El Ouahdi (Genk), Achraf Hakimi (PSG), Redouane Halhal (KV Mechelen), Noussair Mazraoui (Manchester United), Chadi Riad (Crystal Palace), dan Anass Salah-Eddine (AS Roma).
- Gelandang: Sofyan Amrabat (Real Betis), Ayyoub Bouaddi (Lille), Neil El Aynaoui (Roma), Bilal El Khannouss (Stuttgart), Samir El Mourabet (Strasbourg), Azzedine Ounahi (Girona), dan Ismael Saibari (PSV).
- Penyerang: Ayoube Amaimouni (Eintracht Frankfurt), Brahim Diaz (Real Madrid), Ayoub El Kaabi (Olympiacos), Abdessamad Ezzalzouli (Real Betis), Yassine Gessime (Strasbourg), Soufiane Rahimi (Al-Ain), dan Chemsdine Talbi (Sunderland).
Prediksi dan Harapan Maroko
Ekspektasi terhadap Maroko saat ini sangat tinggi. Mantan bintangnya, Abdelkrim Merry “Krimau”, bahkan dengan percaya diri menyebut Maroko difavoritkan untuk menang . Tentu itu prediksi yang berani, namun realistis melihat materi pemain yang 80% adalah pengalaman final Piala Afrika dan Liga Champions .
Namun, ada satu “senjata rahasia” yang tak dimiliki tim lain: Dukungan Diaspora. Dengan sekitar 30.000 hingga 50.000 pendukung Maroko yang bermukim di AS dan Kanada, setiap stadion yang dimainkan Maroko akan berubah menjadi “Kandang Singa” .
Tantangan terbesar adalah mental. Mereka harus segera melupakan kontroversi Piala Afrika dan fokus. Jika Ouahbi mampu menyatukan skuad yang 80% adalah punggawa lama dengan 20% wajah baru , bukan tidak mungkin kita akan melihat Maroko bermain di semifinal lagi, atau bahkan… babak yang lebih tinggi. (Redaksi-001)






