ranjana.id – Bandar Lampung | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan (ALM) menggelar aksi mensikapi raport murah pemerintahan Prabowo-Gibran (27/10/2026).
Massa yang berasal dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) ini, menggelar aksi di Kantor DPRD Lampung.
ALM menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran jauh dari upaya mensejahterakan rakyat dan terjebak dalam program-program ambisius yang menguras APBN.
Muhammad Kamal, Koorlap aksi ALM, mengatakan, pemerintahan Prabowo-Gibran justru membawa masalah besar bagi rakyat Indonesia.
“Karhutla dan kelangkaan BBM bersubsidi bukti kegagalan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memenuhi janjinya mensejahterakan rakyat Indonesia”, katanya dalam orasi.
Massa ALM menginginkan adanya RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) untuk menyampaikan tuntutan aksinya, namun DPRD Lampung tidak dapat memenuhinya.
Jelang sore, aksi ALM sempat ricuh karena mahasiswa bersihkeras untuk membacakan pernyataan sikap dan tuntutan aksi di tangga gedung DPRD Lampung dan dihalangi polisi.
“Kami hanya ingin menyatakan sikap dan ultimatum di tangga, tapi tidak dikasih bahkan sampai ada aksi represif dari pihak polisi”, ujar Muhammad Kamal dari atas mobil komando.
Setelah kericuhan mereda, ALM akhirnya menyampaikan ultimatum dan tuntutan yang isinya :
- Hentikan Militerisme Sipil: Menolak segala bentuk keterlibatan dan pendekatan militeristis dalam ranah kehidupan sipil dan demokrasi.
- Pendidikan Gratis dan Demokratis: Mewujudkan akses pendidikan yang gratis, ilmiah, serta berorientasi pada kebebasan akademik.
- Penetapan Bencana Karhutla: Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional yang membutuhkan penanganan darurat negara.
- Usut Mafia Karhutla: Mengusut tuntas dan menindak tegas mafia atau oknum yang sengaja membakar hutan dan lahan.
- Perlindungan Kesehatan Warga: Menjamin layanan dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak paparan asap karhutla.
- Transparansi dan Distribusi BBM Subsidi: Mendesak pemerintah menjamin ketersediaan, keterbukaan data, dan keadilan distribusi BBM bersubsidi hingga ke tingkat SPBU.
- Perbaikan Kebijakan Ekonomi: Memperbaiki tata kelola ekonomi nasional guna memulihkan kepercayaan pasar dan iklim investasi.
- Penurunan Harga Bahan Pangan: Menurunkan harga bahan-bahan pokok yang kian membebani daya beli masyarakat bawah.
Massa mahasiswa ALM mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak dan melakukan aksi susulan jika ultimatum dan tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti. (redaksi-001)






