Unila Dorong Potensi Lokal Lampung Masuk Ekosistem Kreatif

Partisipasi Unila Di The 5th WCCE 2026 | Foto: Unila

ranjana.id – Bandar Lampung |  Universitas Lampung (Unila) mendorong pengembangan inovasi berbasis pengetahuan untuk memperkuat ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing daerah. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif dinilai dapat membuka peluang pengembangan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menilai kolaborasi lintas sektor dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang mendorong kampus menghasilkan inovasi dan solusi sesuai kebutuhan nyata.

“Perguruan tinggi perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kreatif agar inovasi yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Potensi lokal Lampung perlu dikembangkan melalui pengetahuan, teknologi, dan kreativitas sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujar Lusmeilia, dikutip Rabu 28 Oktober 2026.

Pengembangan ekonomi kreatif membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk menghubungkan hasil penelitian dan keahlian akademik dengan kebutuhan industri. Langkah tersebut juga dapat mendukung penguatan talenta kreatif, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan produk lokal.

Peluang kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus partisipasi Unila dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Forum bertema “Inclusively Creative: Collective Continuity” itu mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas kreativitas inklusif, kerja sama lintas sektor, dan keberlanjutan ekonomi kreatif.

Dalam forum tersebut, Unila turut menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding dengan Sekretaris Utama Kementerian Ekonomi Kreatif. Kerja sama ini membuka peluang untuk menjajaki program yang sesuai dengan kapasitas akademik kampus, kebutuhan masyarakat, dan potensi daerah.

Pengembangan ekonomi kreatif juga dapat diarahkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial, perlindungan kekayaan intelektual, dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Penerapan berbagai pendekatan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lokal agar inovasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

Bagi Lampung, keterlibatan perguruan tinggi dalam ekosistem ekonomi kreatif berpotensi memperkuat sumber daya manusia dan daya saing produk lokal. Melalui tindak lanjut kerja sama yang terukur, Unila diharapkan dapat memperluas kontribusinya terhadap pembangunan daerah dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (*)