ranjana.id – Jakarta | Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu 17 Oktober 2026. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menyambut kedatangan Guterres.
Turut bersama Menlu Arrmanatha, Wakil Tetap RI untuk PTRI New York Umar Hadi serta perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal. Hadir pula Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Kerja Sama Multilateral Denny Abdi.
Kedatangan Sekjen PBB Guterres merupakan bagian dari kunjungan kerja ke Indonesia dengan sejumlah agenda. Kunjungan kerja Sekjen PBB ini menjadi momentum penting dalam hubungan diplomatik Indonesia dengan PBB. Kunjungan Guteres membuka ruang bagi penguatan komunikasi dan kerja sama multilateral menghadapi berbagai isu global. Selama berada di Indonesia, Sekjen PBB Guterres dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kunjungan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan global yang membutuhkan dialog dan kerja sama antarnegara. Pertemuan dengan Presiden Prabowo akan menjadi kesempatan memperkuat komunikasi mengenai persoalan yang menjadi perhatian bersama.
Melalui kunjungan ini, Indonesia dan PBB memiliki ruang untuk mempererat kemitraan dalam mendukung perdamaian, pembangunan, dan penguatan kerja sama multilateral. Sementara itu, pihak kepolisian akan menutup sejumlah ruas jalan yang dilewati rangkaian tamu negara namun bersifat sementara.
Antonio Manuela de Oliveira Guterres lahir 30 April 1940. Ia adalah seorang poliikus dan diplomat Portugis yang menjabat Sekjen PBB sejak 2017.
Guterres adalah Perdana Menteri Portugal pada 1995 hingga 2002 yang berasal dari Partai Sosialis. Sebagai Sekjen PBN, Guterres menggatikan Ban Ki-Moon. (*)






