Pabrik Dupa Tangerang Terbakar, Nyaris Ganggu Penerbangan Bandara Soetta

Kebakaran Di CV Damarindo Yang Memproduksi Dupa | Foto: Istimewa

ranjana.id – Tangerang | Kebakaran hebat melanda CV Damarindo yang memproduksi dupa di Jalan Raya Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Bahkan, asapnya membuat petugas pemadam kebakaran khawatir mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Objek yang terbar adalah pabrik dupa CV Damarindo milik Muhammad Abdi Fadilah. Saat kami tiba, api sudah cukup besar. Saat ini kami sudah melakukan blocking fire di seluruh sisi kiri, kanan, dan belakang agar api tidak merambat,” ujar Kepala UPT Damkar Periuk, Kamaludin Azizi, Senin 20 Juli 2026.

Asap hitam pekat yang membumbung tinggi juga sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Asapnya cukup mengkhawatirkan mengganggu penerbangan terutama aktivitas pesawat yang akan lepas landas maupun mendarat,” ucapnya.

Menurutnya, kebakaran terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja. Kondisi tersebut membuat sebagian besar karyawan sudah meninggalkan lokasi saat api mulai membesar.

“Hingga proses pemadaman berlangsung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga orang karyawan sempat mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan,” kata dia.

Kobaran api juga sempat berdampak pada tiga rumah warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Untuk mengendalikan api, 14 unit mobil pemadam gabungan dari Mako Damkar, UPT Periuk, Pos Rawa Kucing dan Batuceper dikerahkan.

Kamaludin mengaku proses pemadaman sempat terkendala kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Bayur yang merupakan jalur utama menuju Teluk Naga, Kampung Melayu, hingga Sepatan. “Kendala terbesar adalah kemacetan lalu lintas karena bertepatan dengan jam masyarakat pulang kerja, sehingga akses mobil pemadam sedikit terhambat,” ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Andia S. Rahman menambahkan dalam kebakaran iti benar ada tiga orang mengalami sesak napas. Ketiga korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan dari tim Palang Merah Indonesia (PMI).

Andia belum menjelaskan secara rinci penyebab ketiga korban mengalami sesak napas. Sebab, hingga kini mereka masih menjalani penanganan medis di lokasi sehingga belum dapat dimintai keterangan.

“Sebanyak 50 personel diterjunkan ke lokasi dengan dukungan 14 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Proses pemadaman sempat terkendala angin kencang yang membuat kobaran api menjalar hingga menyeberang jalan,” kata Andia.

Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah dalam kondisi besar sehingga proses pemadaman difokuskan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya. Terkait penyebab kebakaran, belum dapat memastikan sumber api.

“Berdasarkan keterangan awal dari pemilik pabrik, kobaran api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan. “Untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” ujarnya. (*)