ranjana.id – Natuna | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna menyebut jumlah titik panas di wila ah Natuna menunjukkan indikasi penurunan. Meski demikian, petugas terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.
“BPBD juga telah mendirikan posko pemadaman untuk mempercepat respons di lapangan. Saat ini, terdapat empat kecamatan yang masih dalam proses penanganan intensif,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Natuna, Raja Darmika, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Senin 30 Maret 2026.
Pihaknya juga membentuk pos lapangan di wilayah Batubi. Hal itu agar mobilisasi tim lebih cepat tanpa harus bolak-balik ke pusat komando.
BPBD juga telah mengajukan dukungan langsung kepada BNPB, agar operasi pemadaman melalui water bombing dapat segera dilakukan. Namun, pelaksanaan pemadaman udara masih terkendala kondisi cuaca yang belum mendukung.
“Helikopter dijadwalkan bergerak dari Pontianak menuju Natuna. Saat setelah kondisi cuaca membaik,” katanya.
Diketahui, patroli gabungan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Minggu, 29 Maret 2026. Patroli dilaksanakan dalam rangka pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan melibatkan personel Polsek Bunguran Timur bersama Pleton 3 Patroli Satpol PP Kabupaten Natuna. Patroli difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
“Patroli ini kami lakukan sebagai upaya pengawasan sekaligus pencegahan. Supaya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Natuna, Irlizar. (*)






