ranjana.id – Vancouver | Skuad Timnas Australia, yang akrab disapa Socceroos, telah resmi memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan semangat baru yang menggebu-gebu. Di bawah asuhan pelatih Tony Popovic, Australia datang ke Amerika Utara tidak hanya membawa misi untuk lolos dari babak grup, tetapi juga untuk memperkenalkan generasi emas baru sepak bola Negeri Kanguru kepada dunia .
Skuad Muda Penuh Kejutan
Keputusan Popovic mengumumkan skuad 26 pemain pada awal Juni lalu mendapat sorotan tajam. Pelatih asal Australia itu berani melakukan regenerasi besar-besaran dengan membawa 17 pemain yang akan merasakan atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya .
Yang paling menarik perhatian adalah keputusan mengejutkan dari Cristian Volpato. Gelandang serang berusia 22 tahun asal Sassuolo ini sempat digadang-gadang akan membela Italia, namun pada menit-menit terakhir ia memilih membela tanah kelahirannya, Australia. Volpato, yang merupakan rekan setim Jay Idzes di Italia, dipastikan masuk skuad meski belum pernah memperkuat Socceroos di pertandingan resmi manapun .
Selain Volpato, Popovic juga memanggil striker Tete Yengi yang tampil impresif di Liga Jepang, serta bintang muda fenomenal Nestory Irankunda yang kini berseragam Watford . Tak ketinggalan, bek belia berusia 18 tahun, Lucas Herrington, menjadi bukti bahwa Popovic serius meracik tim untuk masa depan (dan masa kini).
Di tengah gemuruh pemain muda, nama-nama veteran tetap menjadi fondasi. Mathew Ryan (kiper Levante) dan Mathew Leckie (Melbourne City) akan melakoni Piala Dunia keempat mereka, menyamai rekor legenda Tim Cahill dan Mark Milligan .
Skuad lengkap Australia di Piala Dunia 2026:
- Penjaga Gawang: Ryan (Levante), Izzo (Randers), dan Beach (Melbourne City).
- Bek: Behich (Melbourne City), Bos (Feyenoord), Burgess (Swansea City), Circati (Parma), Degenek (APOEL), Geria (Albirex Niigata), Herrington (Colorado Rapids), Italiano (Grazer), Souttar (Leicester City), dan Trewin (New York City).
- Gelandang: Devlin (Heart of Midlothian), Hrustic (Heracles Almelo), Irvine (St Pauli), Metcalfe (St Pauli), Okon-Englstler (Sydney), dan O’Neill (New York City).
- Penyerang: Irankunda (Watford), Leckie (Melbourne City), Mabil (Castellon), Toure (Norwich City), Velupillay (Melbourne City), Volpato (Sassuolo), dan Yengi (Machida Zelvia).
Analisis Grup D: Neraka bagi Pendatang Baru
Australia tergabung di Grup D yang sangat berat bersama tuan rumah Amerika Serikat, Paraguay, dan Turkiye . Jadwal padat menanti anak asuh Popovic:
- 14 Juni 2026: vs Turkiye
- 20 Juni 2026: vs Amerika Serikat
- 26 Juni 2026: vs Paraguay
Kunci lolos ke babak 32 besar adalah kemampuan mencuri poin. Dengan format baru yang memungkinkan 8 tim peringkat ketiga terbaik lolos, peluang Australia tetap terbuka lebar. Menurut simulasi The Athletic, Australia memiliki peluang 44% untuk menembus fase gugur . Jika finis sebagai juara grup, mereka akan terbang ke San Francisco; jika runner-up, mereka akan meladeni runner-up Grup G di Dallas .
Persiapan dan Target
Popovic tidak mau menurunkan ekspektasi. Meski skuadnya didominasi pemangku masa depan, ia menegaskan bahwa tim ini ada untuk menang sekarang.
“Saya tidak ingin merendahkan ekspektasi siapa pun… Apakah mereka akan lebih baik dalam 4 atau 8 tahun ke depan? Tanpa ragu. Tapi bukan berarti mereka tidak cukup baik sekarang.” ujar Popovic kepada media di Oakland dikutip The West Australian .
Setelah menjalani training camp di Sarasota, Florida, serta uji coba melawan Meksiko (kalah 0-1) dan Swiss, skuad dipastikan dalam kondisi prima secara fisik. Strategi Popovic adalah memadukan kecepatan sayap Irankunda/Volpato dengan postur tinggi Harry Souttar di lini pertahanan untuk menghadapi fisik para pemain Eropa dan Amerika .
Warisan untuk Masa Depan
Piala Dunia 2026 mungkin menjadi turnamen peralihan bagi Australia. Namun, eksposur internasional untuk pemain seperti Alessandro Circati (Parma) dan Mohamed Toure (Norwich) akan sangat berharga. Terlepas dari hasil di lapangan, Popovic telah berhasil menciptakan kedalaman skuad yang sebelumnya tidak dimiliki Socceroos.
Pertandingan pembuka melawan Turkiye pada 14 Juni nanti akan menjadi penentu utama. Jika Volpato dan kawan-kawan bisa meraih poin penuh di Vancouver, mimpi untuk menyamai atau melampaui pencapaian babak 16 besar pada 2006 dan 2022 bukanlah hal yang mustahil. (Redaksi-001)






