KontraS: Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Bahaya bagi Demokrasi, Pelakunya Harus Diusut

Konferensi Pers Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus | Foto Tangkapan Layar Youtube YLBHI

ranjana.id – Jakarta | Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menegaskan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus bukan lagi sekadar alarm peringatan, melainkan sudah dalam tahapan marabahaya bagi kelangsungan demokrasi.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan pihaknya menilai serangan tersebut merupakan tindakan yang sangat brutal dan zalim.

“Ini bukan lagi alarm, ini marabahaya. Bulan suci ini dinodai dengan sebuah tindakan yang menurut kami di Kontras adalah sebuah kondisi yang sangat brutal, buruk, zalim,” kata Dimas dalam konferensi persnya di Jakarta pada Jumat (13/3/2026).

Ia menyebut serangan terhadap Andrie Yunus, bukan hanya ancaman untuk KontraS, namun juga bagi semua pihak yang selalu memperjuangkan demokrasi.

Lebih lanjut, Dimas mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Selain itu, pihaknya juga meminta keseriusan negara dalam perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kontras selalu mengalami sejumlah teror yang tentu ini perlu diusut, tentu pelakunya harus diusut,” tuturnya.

“Kami meminta akuntabilitas penegakan hukum kepada negara. Kami meminta keseriusan negara untuk serius terhadap perlindungan HAM. Kami juga meminta supaya rezim hari ini, yang mau dan sudah membuat Kementerian HAM, itu mau berdiri bersama pembela HAM.”

Sebagai informasi, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diduga menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi di jembatan jalan talang, Senen, Jakarta Pusat. Aksi peniraman air keras itu pun terekam CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban yang tengah mengendarai sepeda motor tiba-tiba teriak histeris dan langsung menjatuhkan kendaraannya.

“Aah…. panas… panas… tolong,” teriak korban dilihat dari rekaman CCTV, yang dilaporkan Jurnalis KompasTV, Prasetyo.

Diduga ,korban saat itu merasakan panas akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (*)