Komet Halley Muncul Lagi Di Tahun 2061

Komet Halley | Foto: Istimewa

ranjana.id – Jakarta | Tahun 2026 menandai 40 tahun sejak kemunculan terakhir Komet Halley. Komet ini merupakan salah satu komet paling terkenal di Tata Surya yang melintasi wilayah dekat Matahari.

Akan tetapi, Halley hanya muncul sekitar setiap 76 tahun. Uniknya, kemunculan Komet Halley pada 1986 mengecewakan banyak pengamat karena tampil lebih redup dari yang diharapkan.

Meski demikian, peristiwa tersebut menjadi kesempatan penting bagi astronom untuk mempelajari komet secara langsung. Mengutip Space.com, Rabu, 14 Oktober 2026, Halley tercatat telah diamati sebanyak 29 kali sepanjang sejarah sebelum 1986.

Pada 66 Masehi, kemunculannya digambarkan sebagai pedang di langit Yerusalem. Kemudian, pada 1066, Halley diabadikan dalam Bayeux Tapestry, sulaman bersejarah yang menggambarkan peristiwa penaklukan Inggris oleh bangsa Norman.

Pelukis Italia, Giotto di Bondone juga menyaksikan Komet Halley pada 1301. Ia menggambarkan objek menyerupai komet sebagai Bintang Betlehem dalam lukisan di Kapel Scrovegni, Padua.

Kemunculan komet yang relatif dekat dengan Bumi pada 1910 turut memperkuat ekspektasi masyarakat terhadap penampakannya pada 1986. Akan tetapi, kemunculan pada 1986 tidak menghadirkan pemandangan spektakuler seperti yang dibayangkan banyak orang.

Para ahli komet sebenarnya telah memperingatkan potensi penampakan yang kurang mengesankan sejak pertengahan 1970-an. Namun, promosi besar-besaran di media membangun ekspektasi publik bahwa Komet Halley akan menghadirkan tontonan langit yang luar biasa.

Salah satu kendala utama pengamatan Komet Halley pada 1986 adalah polusi cahaya. Dibandingkan dengan 1910, peningkatan penerangan buatan pada 1986 membuat langit di banyak kota besar semakin terang.

Sehingga, hanya bintang dan planet paling cerah yang terlihat. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat mengamati Komet Halley, terutama di kawasan perkotaan. (*)