Brasil di Piala Dunia 2026, Skuad Mewah, Krisis Bek, dan Misi Akhir Neymar

Timnas Brasil | Foto: Istimewa

ranjana.id – New York | Jelang kick-off Piala Dunia 2026, Brasil tiba di Amerika Utara dengan status yang ganjil: bukan favorit mutlak, tapi tidak bisa dianggap remeh. Di tengung krisis cedera di lini belakang dan transisi generasi yang terasa pahit, Samba mencari harga diri.

Tim nasional Brasil akan memulai kampanye Piala Dunia 2026 pada Sabtu (13/6/2026) dinihari WIB melawan Maroko di Stadion MetLife, New Jersey . Untuk pertama kalinya dalam sejarah 112 tahun, Selecao datang ke turnamen ini tanpa membawa filosofi “Jogo Bonito” yang penuh kelonggaran. Sebaliknya, mereka datang dengan misi pragmatis di bawah komando arsitek Italia, Carlo Ancelotti, serta membawa beban psikologis untuk mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung selama 24 tahun .

“Don Carlo” dan Beban Sejarah

Keputusan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk merekrut Carlo Ancelotti pada tahun 2025 adalah sebuah revolusi. Ancelotti adalah pelatih asing pertama yang pernah menangani tim nasional Brasil . Ekspektasi terhadapnya sangat tinggi: ia diminta untuk melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh pelatih lokal selama dua dekade, yaitu membawa pulang trofi Piala Dunia.

Namun, jalan Ancelotti tidak mulus. Meskipun berhasil membawa Brasil lolos, performa di kualifikasi Conmebol terbilang buruk. Brasil mencatatkan enam kekalahan dan kebobolan 17 gol—statistik defensif terburuk di antara tim-tim otomatis yang lolos dari Amerika Selatan . Mantan pelatih Tite memperingatkan bahwa tantangan terbesar Brasil kali ini bukanlah taktik, melainkan manajemen mental. “Mereka harus belajar bermain tanpa tekanan. Lebih santai, tapi tetap fokus,” ujar Tite .

Masalah Besar di Lini Belakang

Ironisnya, tim yang dipenuhi gelandang serang dan penyerang kelas dunia ini justru dihantui oleh krisis di lini pertahanan. Sektor yang dulu dijaga oleh nama-nama legendaris seperti Cafu, Roberto Carlos, dan Thiago Silva kini menjadi titik lemah .

Situasi semakin memburuk hanya hitungan hari jelang turnamen. Bek andalan Eder Militao harus absen karena cedera, diikuti oleh Wesley yang mengalami cedera otot paha saat laga uji coba melawan Mesir. Alhasil, Ancelotti harus memutar otak. Danilo, pemain berusia 34 tahun yang kini lebih sering bermain sebagai bek tengah di Flamengo, kemungkinan besar akan dimainkan sebagai bek kanan . Sementara itu, duet bek tengah mengandalkan Marquinhos yang sering dikritik karena performanya di momen krusial dan Gabriel Magalhaes dari Arsenal.

Peran Baru Neymar dan Harapan pada Vini Jr

Skuad Brasil di Piala Dunia 2026 adalah perpaduan antara masa lalu dan masa depan. Neymar Jr., yang kini berusia 34 tahun, dipanggil untuk turnamen keempatnya setelah sempat tersingkir karena cedera panjang . Namun, kondisinya tidak lagi prima. Setelah serangkaian cedera lutut dan hamstring, Neymar tidak lagi menjadi pusat permainan seperti edisi-edisi sebelumnya. Dia diperkirakan akan memulai laga dari bangku cadangan, berperan sebagai “pemimpin moral” dan supersub yang masuk ketika tim membutuhkan kreativitas instan .

Beban utama kini berada di pundak Vinicius Junior. Meskipun menjadi bintang dunia di Real Madrid, rekornya bersama tim nasional masih tergolong biasa saja. Dari 49 penampilan, Vini baru mencetak 9 gol, dan hanya 2 di antaranya selama kualifikasi . Rekan-rekannya seperti Raphinha juga memiliki catatan serupa: brilian di klub, namun belum konsisten di level internasional .

Menjelang laga melawan Maroko, Ancelotti memberikan kejutan kecil. Dalam latihan penutup di New Jersey, ia mengindikasikan akan menurunkan formasi pragmatis 4-4-2 atau 4-3-3 yang berubah menjadi 4-2-4 saat menyerang. Yang menarik, Matheus Cunha dipercaya mengisi posisi nomor 9, menggeser bintang muda Endrick yang harus puas di bangku cadangan . Igor Thiago, bomber gaek Brentford yang mencetak 22 gol di Premier League, juga menjadi opsi pemecah kebuntuan .

Skuad lengkap Brasil di Piala Dunia 2026:

  • Penjaga Gawang: Alisson Becker (Liverpool), Ederson Moraes (Fenerbahce), dan Weverton Pereira da Silva (Gremio).
  • Bek: Alex Sandro (Flamengo), Gleison Bremer (Juventus), Danilo Luiz da Silva (Flamengo), Douglas Santos (Zenit), Gabriel Magalhaes (Arsenal), Roger Ibanez (Al Ahli), Leo Pereira (Flamengo), Marquinhos (Paris Saint-Germain), dan Wesley Franca (AS Roma).
  • Gelandang: Bruno Guimaraes (Newcastle United), Casemiro (Manchester United), Danilo Barbosa (Botafogo), Fabinho (Al-Ittihad), dan Lucas Paqueta (Flamengo).
  • Penyerang: Endrick (Olympique Lyonnais), Gabriel Martinelli (Arsenal), Igor Thiago (Brentford), Luiz Henrique (Zenit), Matheus Cunha (Manchester United), Neymar (Santos)
    Raphinha (Barcelona), Rayan (Bournemouth), dan Vinicius Jr (Real Madrid).

Prediksi dan Tantangan

Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Secara teknis, ini adalah grup yang cukup bersahabat. Namun, sejarah “trap” bagi tim besar sering terjadi ketika mereka meremehkan lawan .

Jika mampu melewati fase grup dengan baik dan lini pertahanan yang rapuh itu bisa disulap menjadi benteng yang kokoh oleh Ancelotti, Brasil berpotensi besar melaju hingga semifinal . Namun, jika mereka gagal menemukan chemistry antara Casemiro yang mulai menua dan lini depan yang haus gol, mimpi untuk mengejar ketertinggalan dari Prancis, Argentina, atau Inggris bisa sirna lebih cepat dari perkiraan. (Redaksi-001)