ranjana.id – Bandar Lampung | Ajang AITEC 2026 di Politeknik Negeri Lampung diharapkan membuka peluang kolaborasi penelitian terapan antarkampus. Harapan tersebut disampaikan Wakil Direktur I Politeknik Negeri Lampung, Didik Kuswadi, saat menyambut 377 peserta dari 22 kontingen politeknik Indonesia dan satu kontingen dari Tiongkok.
Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa vokasi dari berbagai daerah untuk berkompetisi dan bertukar gagasan. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal potensi serta kemampuan masing-masing perguruan tinggi.
Didik menilai hubungan yang terjalin selama kompetisi dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih luas. Salah satu peluangnya ialah penelitian terapan yang menghasilkan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain penelitian, kerja sama antarkampus dapat diarahkan pada pengembangan prototipe dan pertukaran gagasan. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan inovasi sekaligus memperluas pengalaman di bidang teknologi.
“Saya berharap setelah kegiatan ini berakhir, hubungan yang terjalin tidak berhenti sebagai kenangan sebuah kompetisi. Sebaiknya hubungan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama penelitian terapan, pengembangan prototipe, pertukaran gagasan, dan berbagai kegiatan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Didik Kuswadi, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Didik, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi. Karena itu, kerja sama antarpoliteknik diperlukan untuk memperkuat pengembangan kompetensi dan inovasi mahasiswa.
“Dengan semangat kebersamaan, politeknik di seluruh Indonesia dapat menjadi kekuatan besar dalam ekosistem inovasi nasional,” ucap Didik.
Politeknik Negeri Lampung berharap AITEC 2026 menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antarpeserta. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat peran politeknik sebagai pusat pengembangan inovasi terapan. (*)






