ranjana.id – Lampung Selatan | Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendorong pembudidaya ikan mengembangkan hilirisasi produk perikanan untuk meningkatkan nilai jual dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Egi saat menghadiri panen raya ikan patin Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu 21 Oktober 2026.
Menurut Egi, pengembangan usaha perikanan tidak cukup hanya mengandalkan penjualan ikan segar. Pembudidaya perlu mulai mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah agar memperoleh peluang pendapatan yang lebih besar.
Ia mencontohkan pengembangan hilirisasi di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang, melalui pengolahan ikan menjadi produk fillet dan penyimpanan menggunakan fasilitas cold storage.
Dalam kegiatan tersebut, Egi menyebut nilai jual komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000 melalui proses pengolahan. Namun, satuan dan dasar perbandingan nilai tersebut tidak dirinci dalam keterangan kegiatan.
Egi mengatakan, pengembangan produk olahan dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing sektor perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Egi.
Ia juga menilai keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Pengelolaan lahan secara kreatif dapat membuka peluang usaha yang berkelanjutan dan memberikan penghasilan bagi keluarga.
Usaha budidaya ikan yang dirintis masyarakat sejak 2019 menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal untuk menggerakkan perekonomian desa. (*)






