ranjana.id – Metro | Dewan Kesenian Metro (DKM) membuka Gelar Karya Sepekan 2026 melalui Pameran Seni Rupa Pelajar se-Lampung di Gedung Nuwo Budayo, Kota Metro, Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi karya pelajar sekaligus upaya mendorong regenerasi seniman di Provinsi Lampung.
Gelar Karya Sepekan 2026 berlangsung pada 19–24 Oktober 2026 dengan menghadirkan dua agenda utama, yakni Pameran Seni Rupa Pelajar se-Lampung pada 19–22 Oktober dan Festival Teater Remaja pada 23–24 Oktober.
Kegiatan tersebut merupakan program DKM yang didukung Pemerintah Kota Metro melalui Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro.
Ketua Dewan Kesenian Metro, Solihin Utjok, mengatakan Gelar Karya Sepekan kembali diselenggarakan melalui gagasan pengurus DKM, khususnya Komite Seni Rupa dan Komite Teater. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kesenian dan menyiapkan generasi penerus seniman.
Menurutnya, regenerasi menjadi tantangan penting di tengah semakin berkurangnya seniman senior. Karena itu, ruang berkarya dan kesempatan bagi generasi muda perlu terus dibuka agar kesenian di Kota Metro tetap berkembang.
“Jika kesenian di Kota Metro tidak ada yang menjaga, kesenian itu bisa habis,” ujar Solihin.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat untuk mewujudkan visi Kota Metro sebagai kota yang berbudaya.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Lampung yang diwakili Kepala Subbagian Umum, Jaka Perbawa, menilai kolaborasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas ruang aktivitas seni budaya di daerah.
“Kota Metro ini menjadi salah satu lumbung aktivasi seni budaya di daerah melalui DKM. Mari kita dorong Nuwo Budayo menjadi pilihan ruang publik untuk kegiatan seni budaya,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengapresiasi konsistensi DKM dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan budaya. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni terus diperkuat untuk menjaga keberlangsungan aktivitas kebudayaan.
Usai pembukaan yang ditandai dengan pemotongan pita, peserta dan pengunjung mengikuti tur pameran di Metro Fine Art Galeri, lantai satu Gedung Nuwo Budayo. Sebanyak 43 karya seni rupa dipamerkan dan dapat dinikmati masyarakat umum.
Karya-karya tersebut berasal dari pelajar yang telah melalui proses kurasi. Beragam objek, warna, bentuk, dan medium digunakan untuk menggambarkan pengalaman personal, kehidupan sehari-hari, alam, serta tradisi Lampung.
Kurator pameran, Ahmad Muzakki, menjelaskan karya seni rupa pelajar dapat menjadi cara generasi muda menafsirkan identitas dan pengalaman mereka di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, tradisi tidak hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat ditafsirkan kembali melalui kreativitas generasi muda. Pelajar perlu ditempatkan sebagai subjek kreatif yang memiliki gagasan dan pengalaman zamannya sendiri.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seminar seni rupa bertajuk “Mula Ra’i: Mengurai Corak, Meretas Batas—Dari Jejak yang Diwariskan Menuju Bahasa Rupa yang Sedang Tumbuh.” Seminar tersebut menghadirkan Ahmad Muzakki, praktisi seni sekaligus akademisi UIN Jurai Siwo Lampung Muhamad Iqbal Saputra, S.Sn., serta praktisi seni rupa Baktiono, S.Sn. Diskusi dipandu M. Khaidir C.P., S.Pd.
Dalam diskusi tersebut, Baktiono menekankan pentingnya ketekunan dan pemahaman teknik bagi pelajar yang mendalami seni rupa, termasuk penguasaan jenis cat, penggunaan kanvas, karakter medium, serta pengayaan referensi.
“Kita tidak boleh asal bikin, nanti kita akan bingung sendiri, selain didukung referensi,” ujarnya.
Sementara itu, Muhamad Iqbal Saputra yang juga menjabat Ketua Komite Seni Rupa DKM menyebut pameran sebagai jembatan kreatif bagi perupa muda sekaligus bagian dari upaya regenerasi seniman.
“Kegiatan yang jarang ada di Kota Metro ini harus kita maksimalkan ruangnya,” katanya.
Pameran Seni Rupa Pelajar se-Lampung dibuka untuk umum pada 19–22 Oktober 2026, pukul 09.00–16.00 WIB.
Setelah agenda pameran, Gelar Karya Sepekan 2026 dilanjutkan dengan Festival Teater Remaja pada 23–24 Oktober 2026 di Gedung Nuwo Budayo. Sebanyak 10 kelompok teater dari Kota Metro dan sejumlah daerah di Lampung dijadwalkan menampilkan karya mereka.
Pada Jumat mendatang, pertunjukan akan menampilkan Teater Meraki Lampung Timur dengan naskah Penagih Hutang, Teater Perintis SMK Negeri 2 Metro dengan Sebambangan, Teater Kapook dari UKM IMPAS UIN Jurai Siwo Lampung dengan Prahara Alas Prajanjen, Teater Mentari Universitas Muhammadiyah Metro dengan Orde Tabung, serta Sanggar Kaliptra Lampung Timur dengan Malam Jahanam.
Sementara itu, pada Sabtu panggung akan diisi UKM IMPASI Universitas Ma’arif Lampung dengan Sang Mandor, Teater SMAK SMA Kristen Metro dengan Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan, Teater Pena SMA Negeri 1 Metro dengan Bu, Tolong Ada Maling, Teater Akal Lampung Tengah dengan Padang Bulan, serta Sanggar Satu Kata Metro dengan Senja dengan Dua Kelelawar.
Melalui pameran seni rupa dan festival teater, Gelar Karya Sepekan 2026 diharapkan memperluas ruang ekspresi bagi pelajar dan komunitas seni, sekaligus mempertemukan pelaku seni dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan dan menjaga keberlanjutan seni di Kota Metro serta Provinsi Lampung. (*)






