Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru, Prancis Mencekam, Jam Malam Diberlakukan

Pembakaran Gedung Pemerintah Saat Kerusuhan Prancis | Foto: Istimewa

ranjana.id – Paris | Keadaan sejumlah kota di Prancis mulai kondusif setelah pemberlakuan jam malam oleh Pemerintah, pasca kerusuhan dan penjarahan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Tetapi, keadaan ini dipredikai tak lama karena mahasiswa dan demonstran rompi kuning kembali menyerukan aksi deminstraai baru pada 24/10/2026.

Pemerintah Prancis berusaha memulihkan kepercayaan publik dan keamanan yang rentan dengan aksi perusakan dan penjarahan.

Dalam unggahan di paltform X, Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu menyatakan kebijakan jam malam terbatas membantu meredakan situasi.

“Jam malam yang ditargetkan telah berkontribusi pada ketenangan tadi malam”, kata Sébastien Lecornu dalam unggahan X nya.

Ia juga menyatakan adanya kemungkinan memperpanjang jam malam untuk wilayah Prancis lainnya, yang membutuhkan pengamanan.

Kerusuhan Prancis terjadi pasca gelombang demonstrasi yang dipicu mogok dan pelajar sekolah menengah yang menuntut peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas sekolah.

Aksi demonstraai ini kemudian meluas menjadi luapan kemarahan atas kenaikan harga kebutuhan hidup dan pelayanan dasar Pemerintah Prancis.

Situasi ini makin keruh jelang pemilihan Presiden Prancis April dan Mei 2027.

UNEF, Serikat mahasiswa di Prancis, menyatakan akan melanjutkan tekanan kepada pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

“Kami terus melanjutkan perjuangan,” demikian pesan UNEF dalam selebaran yang diunggah ke media sosial seperti dikutip dari Reuters.(Redaksi-001)