ranjana.id – California | Setelah penantian panjang selama 28 tahun, Timnas Austria, yang dijuluki Das Team, akhirnya kembali menginjakkan kaki di pentas Piala Dunia. Edisi 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi momen bersejarah bagi skuad asuhan Ralf Rangnick. Bukan sekadar pelengkap, Austria datang dengan ambisi besar dan gaya permainan menekan yang siap menyulitkan lawan-lawan berat mereka di Grup J .
Perjalanan Panjang yang Terbayar
Penampilan terakhir Austria di Piala Dunia terjadi pada tahun 1998. Selama lebih dari dua dekade, mereka absen dari turnamen paling bergengsi di dunia sepak bola. Namun, segalanya berubah sejak Ralf Rangnick mengambil alih kursi kepelatihan pada tahun 2022. “Guru” sepak bola Jerman tersebut berhasil membangun fondasi tim yang solid dengan identitas yang jelas: Gegenpressing atau tekanan tinggi yang agresif .
Kesuksesan tersebut semakin terasa ketika Rangnick memutuskan untuk memperpanjang kontraknya hingga tahun 2028, menepis spekulasi ketertarikan dari klub raksasa seperti AC Milan dan Bayern Munich. Keputusan ini disambut euforia di Austria, karena kontinuitas pelatih dianggap sebagai kunci utama kebangkitan mereka .
Skuad Berpengalaman dengan Sentuhan Muda
Rangnick mengumumkan 26 pemain pilihannya pada 18 Mei 2026. Komposisinya adalah perpaduan ideal antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda naturalisasi yang membawa energi baru.
Pilar Utama:
- David Alaba (Kapten): Bek serba bisa milik Real Madrid ini akhirnya bisa bermain di Piala Dunia pertamanya pada usia 33 tahun, setelah sebelumnya absen karena cedera lutut panjang. Pengalaman memenangkan empat Liga Champions akan sangat krusial .
- Marko Arnautovic: Di usianya yang ke-37, penyerang haus gol ini tetap menjadi andalan. Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Austria (47 gol), ia adalah pemimpin di lini depan yang juga haus akan pengalaman Piala Dunia .
- Konrad Laimer & Marcel Sabitzer: Duo gelandang Bayern Munich dan Borussia Dortmund ini adalah mesin dari permainan Rangnick. Laimer dikenal dengan work rate nya yang tinggi, sementara Sabitzer menyumbang ancaman gol dari lini kedua.
Skuad lengkap Austria di Piala Dunia 2026:
- Penjaga Gawang: Patrick Pentz (Brondby IF), Alexander Schlager (FC Salzburg), dan Florian Wiegele (Viktoria Plze).
- Bek: David Affengruber (Elche), David Alaba (Real Madrid), Kevin Danso (Tottenham Hotspur), Marco Friedl (Werder Bremen), Philipp Lienhart (SC Freiburg), Phillipp Mwene (Mainz 05), Stefan Posch (Mainz 05), Alexander Prass (TSG Hoffenheim), dan Michael Svoboda (Venezia).
- Gelandang: Christoph Baumgartner (RB Leipzig), Carney Chukwuemeka (Borussia Dortmund), Florian Grillitsch (SC Braga), Konrad Laimer (Bayern München), Marcel Sabitzer (Borussia Dortmund), Xaver Schlager (RB Leipzig), Nicolas Seiwald (RB Leipzig), Romano Schmid (Werder Bremen), Alessandro Schoepf (Wolfsberger AC), Paul Wanner (PSV Eindhoven), dan Patrick Wimmer (VfL Wolfsburg).
- Penyerang: Marko Arnautovi (Crvena Zvezda), Michael Gregoritsch (Augsburg), dan Sasa Kalajdzic (LASK).
Wajah Baru yang Menjanjikan:
Rangnick juga berhasil mengamankan komitmen dua talenta muda yang sebelumnya membela tim junior negara lain. Carney Chukwuemeka (sebelumnya Inggris) dan Paul Wanner (sebelumnya Jerman) memilih membela tanah kelahiran mereka dan menambah dimensi kreatif di lini tengah .
Penyisihan Berat di Grup J
Piala Dunia 2026 memberi Austria tantangan berat di babak grup. Mereka tergabung di Grup J bersama sang juara bertahan Argentina, Algeria (Afrika), dan tim debutan Yordania (Asia).
Berikut jadwal lengkap Timnas Austria di fase grup:
- 17 Juni 2026: vs Yordania.
- 22 Juni 2026: vsArgentina.
- 28 Juni 2026: vs Aljazair.
Kekuatan, Kelemahan, dan Target
Kekuatan utama Austria bukan terletak pada satu pemain bintang, melainkan pada sistem tim. Di bawah Rangnick, mereka memiliki strategi yang jelas dan disiplin kolektif yang tinggi. Lini tengah yang kuat dengan kualitas penguasaan bola menjadi motor permainan mereka .
Lini serang menjadi catatan utama. Selain Arnautovic yang usianya tak lagi muda, Austria kekurangan finisher kelas dunia. Cedera yang menimpa Christoph Baumgartner menjelang turnamen juga menjadi pukulan telak karena ia adalah penghubung penting antara lini tengah dan penyerangan .
Target Utama Austria
Laga pembuka melawan Yordania wajib dimenangkan. Ini bukan hanya untuk membuka peluang lolos, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi raksasa Argentina. Target minimal mereka adalah lolos ke babak 16 besar, dan dengan sistem permainan yang sudah matang, mereka berpotensi menjadi dark horse yang merepotkan siapa pun, termasuk Lionel Messi dkk .
Meskipun Argentina adalah favorit mutlak grup, pertarungan memperebutkan posisi kedua antara Austria dan Aljazair diprediksi akan berlangsung sengit. Stabilitas tim besutan Rangnick sedikit lebih diunggulkan dibandingkan flair Aljazair. Jika mampu mengelola tekanan dengan baik, mimpi Austria untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 sangat mungkin tercapai. (Redaksi-001)






