ranjana.id – Islamabad | Perdana Menteri Shehbaz Sharif melakukan langkah diplomasi dengan melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki selama empat hari. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Pakistan untuk mendorong pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Melansir dari Al Jazeera, Rabu, 15 April 2026, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi jadwal kunjungan tersebut. Kunjungan ini mencakup pertemuan bilateral serta kehadiran Sharif dalam Antalya Diplomacy Forum bersama sejumlah pemimpin dunia.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga menyatakan dukungannya terhadap upaya ini dan mendorong kelanjutan negosiasi guna menjaga proses perdamaian. Upaya diplomasi ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Pembicaraan sebelumnya yang melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berakhir tanpa hasil. Pakistan kini diusulkan sebagai salah satu lokasi pembicaraan lanjutan, bersama Geneva yang juga dipertimbangkan.
Di tengah upaya tersebut, konflik yang masih berlangsung telah memberikan dampak luas terhadap ekonomi global. Dampak tersebut termasuk gangguan pada jalur perdagangan dan energi.
Ketegangan di kawasan Selat Hormuz turut memperburuk situasi, dengan lonjakan harga minyak dunia yang signifikan. Meski kondisi masih rapuh, kedua pihak disebut tetap membuka jalur komunikasi, memberikan harapan bagi kelanjutan proses diplomasi ke depan. (*)






