ranjana.id – Tulang Bawang Barat | Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, memaparkan arah kebijakan serta program unggulan dan prioritas pembangunan daerah tahun 2026 dalam sosialisasi dan dialog interaktif.
Kegiatan ini menjadi momentum menyatukan persepsi pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama, untuk memperkuat sinergi pembangunan di Tubaba.
Bupati menyatakan, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Program pemerintah harus selaras dari pusat hingga daerah. Kunci utamanya adalah kolaborasi, sehingga semua pihak bergerak dalam satu arah dan tujuan,” kata dia.
Bupati menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama melalui program Tubaba Q Sehat. Masyarakat yang sehat merupakan fondasi dasar peningkatan produktivitas dan kemajuan daerah. Pemerintah menargetkan minimal 50 persen masyarakat memiliki kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan penyakit.
Prioritas kedua adalah sektor pendidikan melalui program Tubaba Q Cerdas. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Pemkab Tubaba menargetkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Di sektor ekonomi, Pemkab Tubaba fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya peternakan sebagai keunggulan daerah. Tubaba disebut telah berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan daging, termasuk mendukung program nasional. Pemerintah juga mengoptimalkan KUR Super Mikro sebagai akses permodalan tanpa agunan dengan bunga rendah untuk mendorong usaha produktif.
Sektor lingkungan juga menjadi perhatian serius melalui Program Bank Sampah Bergerak yang telah terbentuk di seluruh tiyuh, sebagian besar aktif beroperasi. Program ini menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi. Gerakan budaya bersih juga diterapkan di sekolah, puskesmas, dan perkantoran.
Pendekatan inovatif dilakukan melalui kegiatan keagamaan, seperti mengajak masyarakat membawa sampah plastik saat pengajian sebagai bentuk sedekah, yang terbukti efektif mengubah pola pikir masyarakat.
Meski infrastruktur tetap penting, Bupati menegaskan pembangunannya dilakukan bertahap dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Ia mengingatkan, pembangunan infrastruktur tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan tanpa dukungan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan yang kuat.
Dalam sesi dialog, Ketua Persatuan Nelayan Tubaba, Andika, menyampaikan dukungannya. Ia mengakui masyarakat masih cenderung menilai pembangunan dari sisi infrastruktur karena dampaknya yang langsung terlihat. Namun, pemahaman itu bisa berubah melalui edukasi.
“Masyarakat memang banyak bicara infrastruktur karena itu yang mereka lihat. Tapi ketika kita jelaskan kondisi perekonomian dan arah kebijakan pemerintah, mereka bisa memahami,” ujarnya.
Andika mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Ia menegaskan pembangunan harus dilakukan menyeluruh, tidak hanya fisik.
“Infrastruktur memang penting, tetapi kalau pendidikan, kesehatan, dan lingkungan kita abaikan, kita tidak akan maju,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kendala akses permodalan yang masih dihadapi masyarakat akibat riwayat kredit. Meski demikian, ia optimistis dengan proses, waktu, dan kerja sama semua pihak.
“Saya yakin, dengan kerja sama dan keikhlasan, apa yang kita jalankan ini akan berhasil,” ucapnya.
Seluruh elemen masyarakat diajak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pemerintah Kabupaten Tubaba optimistis, dengan kolaborasi kuat dan kesamaan visi, pembangunan daerah akan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*)






