ranjana.id – Bandar Lampung | Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi fondasi utama pembangunan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2026 di Balai Keratun, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, sekitar sepertiga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung masih ditopang oleh sektor pertanian, dengan jutaan masyarakat menggantungkan hidup di dalamnya. Dengan luas lahan mencapai 1,8 juta hektare, komoditas seperti padi, jagung, dan singkong menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Namun, Gubernur mengakui bahwa selama puluhan tahun sistem ekonomi pertanian belum sepenuhnya berpihak pada petani. Fluktuasi harga dan panjangnya rantai distribusi menyebabkan pendapatan petani relatif rendah.
Ia menyebut, sebelum adanya intervensi kebijakan, petani padi hanya memperoleh Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta per bulan, bahkan petani singkong sekitar Rp1 juta per bulan.
“Dengan kebijakan harga yang lebih berpihak, pendapatan petani padi kini bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan,” ujarnya.
Peningkatan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yang ditandai dengan naiknya aktivitas konsumsi masyarakat, termasuk peningkatan penjualan kendaraan hingga 20 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen melalui penguatan sektor pertanian sebagai basis utama pembangunan. (*)






