ranjana.id – Lampung Selatan | Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam Raja (MAPARAJA) STAI YASBA Kalianda kembali melaksanakan Pendidikan Dasar (DIKSAR) ke-X setelah vakum selama lima tahun.
Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan organisasi dalam mencetak mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian lingkungan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
DIKSAR ke-X MAPARAJA (Mahasiswa Pecinta Alam) diikuti oleh 23 Mahasiswa STAI YASBA Kalianda yang telah melalui proses seleksi, pembekalan dan Kelulusan 11 Mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter anggota yang disiplin, bertanggung jawab ; memberikan pemahaman dasar tentang organisasi dan kepecintaalaman; melatih mental dan fisik peserta agar lebih siap menghadapi tantangan; menciptakan kader organisasi yang aktif loyal dan berkualitas; serta mampu menjadi agen pelestarian lingkungan hidup.
MAPARAJA lahir dari semangat mahasiswa STAI YASBA Kalianda yang memiliki kepedulian terhadap alam, lingkungan hidup, dan pengembangan karakter generasi muda. Sejak berdiri, organisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar tentang konservasi lingkungan, kepemimpinan, manajemen organisasi, serta keterampilan di alam bebas.
Selain menjadi sarana pengembangan minat dan bakat, MAPARAJA (Mahasiswa Pecinta Alam Rajabasa) juga hadir sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga kelestarian alam dan membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan seperti penghijauan, pendidikan lingkungan, bakti sosial, dan kegiatan petualangan alam telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi.
Dalam acara pelepasan peserta DIKSAR ke-X, Rektor STAI YASBA Kalianda, Nursyamsi Hz, menyampaikan apresiasi atas kembali aktifnya UKM MAPARAJA setelah vakum selama enam tahun.
Menurutnya, keberadaan organisasi mahasiswa seperti MAPARAJA sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
“DIKSAR Ke X ini bukan sekadar kegiatan pengenalan organisasi, tetapi merupakan proses pembentukan karakter, mental, dan jiwa kepemimpinan. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik kampus, serta menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Rektor STAI YASBA (30/5/2026).
Beliau juga menegaskan bahwa kampus mendukung penuh kegiatan kemahasiswaan yang mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa serta menumbuhkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Sementara itu, Novitasari selaku Pembina UKM MAPARAJA (Mahasiswa Pecinta Alam Rajabasa) STAI YASBA menyampaikan bahwa DIKSAR merupakan gerbang awal bagi calon anggota untuk memahami nilai-nilai organisasi dan filosofi kepecintaalaman.
“Menjadi anggota UKM MAPARAJA (Mahasiswa Pecinta Alam Rajabasa) bukan hanya tentang kegiatan di alam bebas, tetapi juga tentang membangun sikap disiplin, solidaritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Kami berharap peserta mampu menjaga semangat belajar dan menjunjung tinggi etika selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ungkapnya.
Pembina juga berharap kebangkitan UKM MAPARAJA (Mahasiswa Pecinta Alam Rajabasa) STAI YASBA melalui DIKSAR ke-X dapat menjadi awal yang baik untuk menghidupkan kembali berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi kampus dan masyarakat.
Dengan terselenggaranya DIKSAR ke-X ini, UKM MAPARAJA STAI YASBA Kalianda diharapkan kembali menjadi wadah pengembangan mahasiswa yang aktif, kreatif, serta memiliki komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup demi masa depan yang berkelanjutan. (Redaksi-011)






