ranjana.id – Jakarta | Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum dapat memastikan berapa persen potongan anggaran APBN di tiap kementerian.
Pemotongan anggaran tersebut akan dilakukan untuk menjaga angka defisit APBN sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) dalam menghadapi konflik Timur Tengah yang menyebabkan tekanan harga minyak mentah dunia.
Menurut Mekeu, rencana pemotongan anggaran APBN ini telah dibahas dalam agenda Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang digelar pada Senin, 16/3/2026 lalu.
“Jadi tadi ada didiskusikan, kalau harga BBM naik terus, langkah pertama ya itu, efisiensi. Kita sudah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh kementerian atau lembagananti,” ucap Purbaya dikutip Sabtu (21/3/2026).
“Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan, berapa persen anggarannya dipotong,” pungkasnya.
Setiap kementerian atau lembaga telah diminta untuk mulai mempersiapkan porsi anggaran yang bisa dipangkas. (Redaksi – 001)






