ranjana.id – Madinah | Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak layanan katering. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kualitas konsumsi jemaah haji Indonesia.
Sidak dilakukan di salah satu dari 23 dapur katering jemaah Indonesia. Pemeriksaan mencakup alur produksi hingga standar kebersihan makanan.
Dendi ingin memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar. “Pastikan distribusi konsumsi jemaah tepat waktu dan tepat kualitas,” ucap Dendi kepada Media Center Haji (MCH).
Menurutnya, keterlambatan makanan dapat mengganggu kondisi fisik jemaah. Asupan tepat waktu penting untuk menjaga stamina ibadah.
Salah satu dapur yang disidak adalah Uhud Astoneast. Dapur tersebut diketahui dimiliki warga negara Indonesia.
Sebagian besar pekerja di dapur itu juga berasal dari Indonesia. Hal ini mendapat apresiasi dari Irjen Kemenhaj.
Dendi meminta agar cita rasa masakan nusantara tetap dipertahankan. Ia menilai makanan Indonesia penting bagi jemaah.
Pengelola juga diminta mengoptimalkan pasokan bumbu dari Indonesia. Langkah ini sekaligus mendukung produk dalam negeri.
Selain itu, Dendi menekankan pentingnya transparansi keuangan katering. Pengelolaan yang baik dinilai mendukung pelayanan jemaah.
Pemilik dapur, Rosyida, memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Ia berkomitmen menjaga cita rasa dan standar hingga akhir operasional haji.
“Kami mendatangkan mayoritas bumbu langsung dari Indonesia untuk menjaga cita rasa asli. Kami juga berkomitmen memelihara standar mutu ini hingga seluruh operasional haji selesai,” kata Rosyida. (*)






