ranjana.id – Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan setelah sebulan penuh berpuasa. Berbagai hidangan khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga aneka kue kering tersaji di meja makan. Namun, bagi penderita asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), kenikmatan ini bisa menjadi “petaka” jika tidak bijak memilih makanan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, mengingatkan bahwa penderita asam lambung perlu menghindari makanan yang sifatnya “terlalu” — terlalu asam, terlalu pedas, terlalu berlemak, atau terlalu banyak dalam satu waktu . Lalu, makanan Lebaran apa saja yang sebaiknya dihindari? Simak daftar lengkapnya berikut ini.
1. Makanan Bersantan dan Berlemak Tinggi
Opor ayam, rendang, dan gulai adalah hidangan wajib saat Lebaran. Sayangnya, makanan bersantan ini mengandung lemak tinggi yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Studi yang dipublikasikan di World Journal of Gastroenterology menyebutkan bahwa makanan berlemak dapat menurunkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah (katup lambung), sehingga memicu refluks asam lambung naik ke kerongkongan .
Makanan bersantan dapat memicu asam lambung kambuh, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat gangguan lambung. Gejala yang muncul antara lain perut kembung, nyeri ulu hati, dan rasa perih .
Alternatif aman: Pilih lauk yang dimasak dengan cara dipanggang atau direbus. Jika ingin tetap menikmati santan, gunakan santan encer atau susu rendah lemak sebagai pengganti santan kental .
2. Gorengan dan Makanan Berminyak
Camilan Lebaran seperti mendoan, pastel, risoles, dan kroket memang menggoda. Namun, kandungan lemak trans dalam gorengan bisa memicu peningkatan asam lambung. Penelitian dalam BMC Gastroenterology menemukan bahwa konsumsi minyak berlebih dapat memperparah gejala GERD .
Alternatif aman: Jika ingin menikmati gorengan, pilih versi yang dimasak dengan sedikit minyak atau menggunakan air fryer .
3. Makanan Pedas
Sambal adalah pelengkap yang hampir selalu ada saat Lebaran. Namun bagi penderita asam lambung, makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Journal of Neurogastroenterology and Motility mencatat bahwa makanan pedas berpotensi memperburuk gejala GERD pada sebagian orang .
Alternatif aman: Jika tetap ingin menikmati rasa pedas, gunakan cabai dalam jumlah sangat sedikit atau pilih jenis cabai yang tidak terlalu pedas .
4. Makanan Asam
Acar sering menjadi pendamping opor atau rendang. Namun, makanan dengan cita rasa asam dapat meningkatkan kadar asam lambung. Buah-buahan asam seperti jeruk, anggur, lemon, dan nanas yang mungkin dijadikan hidangan penyegar juga sebaiknya dihindari, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong .
Alternatif aman: Pilih buah-buahan yang tidak asam seperti pisang, melon, atau pepaya .
5. Kue Kering Manis: Nastar, Kastengel, dan Putri Salju
Kue kering Lebaran seperti nastar (selai nanas), kastengel (keju), dan putri salju mengandung beberapa “pemicu” sekaligus. Kue manis dan cokelat mengandung senyawa methylxanthine yang dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik .
Selain itu, keju dalam kastengel termasuk makanan tinggi lemak yang sulit dicerna. Studi dari American Society for Gastrointestinal Endoscopy menunjukkan bahwa konsumsi cokelat berlebihan dapat meningkatkan gejala GERD .
Pasien GERD perlu membatasi makanan yang mengandung cokelat dan keju karena dapat memicu kekambuhan .
Alternatif aman: Pilih camilan Lebaran yang lebih ramah lambung, seperti kue berbahan dasar oatmeal atau puding rendah gula .
6. Minuman Berkafein dan Bersoda
Kopi dan teh kerap disajikan sebagai hidangan pendamping saat bersilaturahmi. Namun, kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung. Studi dari Alimentary Pharmacology & Therapeutics menemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah tinggi bisa memperparah gejala GERD .
Minuman bersoda juga berbahaya karena kandungan gasnya dapat mengembangkan lambung dan meningkatkan tekanan, sehingga memicu refluks asam lambung .
Alternatif aman: Nikmati minuman herbal seperti teh chamomile atau air jahe yang lebih ramah bagi lambung .
7. Minuman Asam
Sirup dengan rasa jeruk atau asam lainnya sering menjadi favorit saat Lebaran. Namun, minuman dengan pH rendah (asam) dapat memperparah gejala GERD pada sebagian orang .
Alternatif aman: Pilih minuman segar seperti infused water atau jus buah rendah asam .
Tips agar Tetap Nyaman Menikmati Lebaran
Bukan berarti penderita asam lambung tidak bisa menikmati hidangan Lebaran sama sekali. Dengan strategi yang tepat, momen kebersamaan tetap bisa dinikmati tanpa khawatir gejala kambuh:
- Makan dalam porsi kecil tapi sering untuk menghindari tekanan berlebih pada lambung .
- Kunyah makanan sebanyak 32 kali agar lambung lebih mudah memproses makanan .
- Jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda 2-3 jam agar lambung memiliki waktu mencerna makanan .
- Tetap aktif bergerak dengan berjalan santai setelah makan untuk membantu pencernaan .
- Perbanyak sayur dan buah karena seratnya membantu mengurangi penyerapan kolesterol dan memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga porsi makan tidak berlebihan .
- Minum air putih yang cukup untuk menjaga keseimbangan asam lambung .
- Jika diperlukan, konsumsi obat penekan asam lambung setengah jam sebelum makan, terutama bagi yang sensitif . Namun, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Dengan sedikit penyesuaian dalam pola makan, penderita asam lambung tetap bisa menikmati kebersamaan Lebaran tanpa rasa khawatir. Selamat merayakan Lebaran, tetap jaga kesehatan. (Redaksi)






