Gudang Plastik di Kuningan Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Setengah Miliar

Kebakaran Gudang Plastik di Kuningan, Jawa Barat | Foto : teraswarga.id

ranjana.id – Kuningan | Sebuah gudang plastik di wilayah Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, dilalap si jago merah pada Rabu malam 14/1/2026. Peristiwa kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp540 juta.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.00 WIB dari seorang saksi bernama Abdul Ajid, yang juga merupakan pegawai gudang.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.05 WIB dan tiba di TKP sekitar pukul 21.25 WIB,” ujar Andri, Kamis 15 Januari 2025.

Gudang plastik tersebut diketahui milik H. Warsan, seorang wiraswasta berusia 53 tahun, dengan luas bangunan sekitar 12 x 10 meter atau 120 meter persegi. Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian gudang dalam keadaan terkunci dan tidak ada aktivitas di dalamnya.

“Sekitar pukul 20.50 WIB, saksi bersama dua rekannya keluar untuk mencari makan dan gudang ditinggalkan dalam kondisi terkunci. Namun, sekitar 10 menit kemudian, saat kembali ke lokasi, gudang sudah dalam keadaan terbakar,” jelasnya.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena api cepat membesar akibat banyaknya material plastik yang mudah terbakar, saksi kemudian menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.

Dalam proses pemadaman, UPT Damkar menurunkan 10 personel regu piket (Regu 3) dengan dukungan dua unit kendaraan pemadam (randis pancar) serta satu unit water supply milik BPBD Kabupaten Kuningan. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan baru dapat diselesaikan sekitar pukul 00.25 WIB.

”Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk bisa memadamkan api,” kata Andri.

Andri menyebutkan, petugas mengalami sejumlah kendala di lapangan, terutama karena banyaknya bahan mudah terbakar, berbahaya, dan beracun di dalam gudang.

“Hambatan utama kami adalah material plastik yang sangat mudah terbakar, sehingga api cepat membesar. Selain itu, akses dan suplai air juga cukup jauh dan terbatas,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek atau korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Adapun estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp540 juta, terdiri dari kerugian barang dagangan yang terbakar sekitar Rp300 juta, serta kerusakan bangunan seluas 120 meter persegi dengan estimasi nilai Rp240 juta.

”Kerugian pada musibah kebakaran ini, ditaksir mencapai Rp 540 juta,” kata Andri.

Pihak UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih memperhatikan instalasi listrik serta standar keamanan bangunan guna mencegah terjadinya kebakaran serupa. (*)