ranjana.id – Lampung Selatan | Ekspedisi penelusuran “titik putih” di Register 3 Gunung Rajabasa telah dilaksanakan pada Minggu (29/3/2026) temukan titik longsor yang viral.
Ekspedisi yang dimulai jam 07.30 hingga 11.30 WIB, melalui jalur Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, dengan rute jalur tengah yang bukan merupakan jalur pendakian umum.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap video viral di media sosial yang menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat, khususnya terkait kondisi kawasan hutan di Gunung Rajabasa. Penelusuran ini bertujuan untuk memberikan informasi faktual kepada publik serta meluruskan pandangan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap masyarakat yang mengelola Register 3 Gunung Rajabasa saat ini.
Adapun, tim ekspedisi terdiri dari Saipul Anwar (Kak Saptu), Ketua LPHD Sumur Kumbang dan Didi Gondrong, Pembina KUPS Leuweung Kolot Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, Ketua LPHD Sumur Kumbang, Saipul Anwar, menyampaikan bahwa “titik putih” yang menjadi perhatian publik merupakan area longsoran yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan. Longsoran tersebut menyebabkan runtuhan bebatuan dan pepohonan ke bawah lereng.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, longsoran tersebut memiliki perkiraan lebar sekitar 20 meter, panjang kurang lebih 100 meter, dengan tingkat kemiringan mencapai sekitar 95 derajat.
Sementara itu, Didi Gondrong selaku Pembina KUPS Leuweung Kolot Sumur Kumbang menegaskan bahwa kondisi longsoran ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya KPH Way Pisang, agar segera dilakukan langkah mitigasi guna mencegah meluasnya area longsor maupun munculnya titik longsoran baru.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan upaya mitigasi awal dengan menanam pohon beringin di sekitar lokasi longsoran sebagai langkah kecil pencegahan. Ke depan, diharapkan upaya ini dapat dilakukan secara kolaboratif antara pengelola kawasan hutan Gunung Rajabasa, komunitas pecinta lingkungan, serta KPH Way Pisang sebagai pemangku wilayah.
Ketua LPHD Sumur Kumbang dan Pembina KUPS Leuweung Kolot Desa Sumur Kumbang juga berencana dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi lanjutan dengan KPH Way Pisang agar dapat segera dilakukan peninjauan lapangan bersama dan penyusunan langkah penanganan yang tepat terhadap kondisi longsoran tersebut. (Redaksi – 011)






