BI Lampung Unjuk Gigi Di ISEF 2026

Gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-13 | Foto: BI Lampung

ranjana.id – Jakarta | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah daerah dengan berpartisipasi aktif pada gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Melalui semangat “Kebaikan untuk Semua”, KPw BI Lampung memboyong 10 UMKM binaan dan mitra unggulan untuk memperluas akses pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Produk unggulan Lampung yang dipamerkan di ISEF 2026 mencakup kopi, teh artisan, keripik, kriya, hingga fesyen muslim berbasis wastra khas daerah. Pada sektor modest fashion, tiga desainer dan perajin lokal Lampung turut berpartisipasi dalam pameran dan peragaan busana IN2MOTION guna mempromosikan kain tapis dan batik Lampung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari langkah nyata memperkuat rantai nilai halal (halal value chain) dan meningkatkan daya saing UMKM Lampung.

“Penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung terus didorong melalui penguatan ekosistem industri halal, pemberdayaan pesantren, hingga optimalisasi keuangan sosial syariah secara inklusif,” ungkapnya, Kamis 15 Oktober 2026.

Bimo menambahkan, sepanjang tahun 2026, KPw BI Provinsi Lampung mencatatkan berbagai capaian strategis dalam membangun ekosistem syariah daerah:

  • Akselerasi Industri dan Sertifikasi Halal: BI Lampung bersama BPJPH, pemda, dan akademisi telah memfasilitasi 100 sertifikat halal skema self declare, 6 sertifikat halal skema reguler, 32 sertifikat juru sembelih halal, dan 1 sertifikat halal rumah potong unggas. Selain itu, dikembangkan pula 15 Zona Kuliner Halal Aman Sehat (KHAS) di wilayah Sumatera serta destinasi wisata ramah muslim di Pahawang dan Lampung Selatan.
  • Kemandirian Ekonomi Pesantren: BI Lampung telah melakukan pendampingan terhadap 25 pesantren, dengan 18 di antaranya tergabung dalam Koperasi Serikat Bisnis Pesantren guna memperkuat kelembagaan dan usaha pesantren.
  • Optimalisasi Keuangan Sosial Syariah (ZISWAF): Melalui Gerakan Sadar Wakaf bersama Dompet Dhuafa Lampung, telah dihimpun dana wakaf sebesar Rp93,09 juta hingga September 2026. Dana ini disalurkan secara produktif untuk pembuatan sumur bor di Kabupaten Pringsewu serta penyediaan alat mesin pertanian.
  • Prestasi dan Event Daerah: Penyelenggaraan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) perdana pada Mei 2026 berhasil mencatatkan pembiayaan syariah sebesar Rp230 miliar dan transaksi UMKM Rp2,56 miliar.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat sinergi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Lampung. (*)