ranjana.id – Bandar Lampung | Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam BEM SI Lampung menggelar aksi di Tugu Adipura, Bandar Lampung (26/10/2026).
Aksi ini digelar untuk mensikapi dua tahun berjalannya pemerintahan Prabowo Gibran.
BEM SI Lampung menilai pemerintahan Prabowo-Gibran gagal memenuhi janji-janji mensejahterakan rakyat Indonesia dan lebih banyak membuat rakyat berada dalam kesulitan ekonomi.akibat program-program ambisius yang menguras kas negara.
Aditiya Putra Bayu, Presiden BEM Unila, dalam orasinya, mengtakan, selain ketidakjelasan arah perekonomian Indonesia, kebijakan menteri-menteri Prabowo-Gibran malah menyebabkan krisis di Indonesia.
Ia menyoroti krisis kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean solar dan pertalite hampir di seluruh Indonesia.
“Setiap hari kita bisa lihat antrean motor dan mobil di pom bensin untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Rakyat bisa mengantre berjam-jam hanya agar tanki BBM kendaraannya terisi”, ujar Bayu, dalam orasinya.
“Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran tidak mampu menghadirkan keadilan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel”, tambahnya.
Dalam aksi tersebut, BEM SI Lampung menyampaikan enam tuntutan, yaitu:
Mendesak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera menyelesaikan kelangkaan BBM.
Mencopot menteri-menteri problematik, terutama yang merangkap jabatan dan tidak kompeten.
Menangkap Nusron Wahid terkait dugaan suap pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU).
Mengevaluasi ulang seluruh struktur jabatan Kabinet Merah Putih yang sekadar menjadi “pajangan etalase”.
Mengoreksi program ambisius seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih serta memprioritaskan anggaran sektor pendidikan dan kesehatan.
Mewujudkan demokrasi nyata, menghentikan pembungkaman aktivis, dan menghentikan cemoohan terhadap kritik publik.
Dalam aksinya, BEM SI juga melakukan aksi tabur bunga dan menghidupkan lilin simbolik sebagai bentuk duka cita dan solidaritas bagi korban karhutla di Sumatera dan Kalimantan yang meninggal dan terkena ISPA.
Mahasiswa mengancam akan kembali menggelar aksi susulan dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan BEM SI Lampung tidak direspon oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. (*)






