Pemkab Pesibar Optimalkan Tata Kelola Pajak Hotel Untuk Dongkrak PAD

Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, Memimpin Rapat Koordinasi Pengoptimalan Pajak Hotel | Foto : Diskominfotiksan Pesisir Barat

ranjana.id – Pesisir Barat | Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melaksanakan agenda koordinasi terkait optimalisasi penerimaan pajak hotel sebagai langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lantai 5, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Pesisir Barat, Rabu, 21 Januari 2026.

Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, memimpin langsung jalannya pertemuan yang dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait. Dalam rilis Diskominfotiksan Kabupaten Pesisir Barat, Bupati menekankan pentingnya penguatan tata kelola pajak hotel seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di wilayah Pesisir Barat. 

“Optimalisasi pajak hotel, menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah,” ujar Dedi Irawan.

Sementara itu, Kepala Bapenda Pesisir Barat, Henri Dunan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak, termasuk penguatan sistem pengawasan dan validasi data lapangan. SDM bersertifikat seperti tenaga pemeriksa pajak dan juru sita telah disiapkan untuk memastikan pengelolaan pajak berjalan profesional dan akuntabel.

Selain penguatan internal, Pemda Pesisir Barat juga menjalin sinergi dengan KPP Pratama, BPKP, DPMPTSP, Inspektorat, Satpol PP, serta para camat guna membentuk tim terpadu yang berfokus pada optimalisasi pajak hotel dan pajak daerah lainnya.

Bupati kembali mengimbau seluruh pelaku usaha hotel, penginapan, dan restoran agar patuh terhadap kewajiban perpajakan sesuai peraturan yang berlaku. Kepatuhan tersebut sangat berpengaruh terhadap peningkatan PAD dan keberlanjutan pembangunan daerah.

“Dengan upaya kolaboratif ini, Pemda Pesisir Barat optimis pajak hotel dapat menjadi penopang utama PAD tahun 2026, sekaligus mempercepat pembangunan daerah menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing,” kata Dedi Irawan. (*)