Pesilat MTs Raudlatul Ulum Raih Juara Di Krakatau Championship II

Atlet MTs Raudlatul Ulum Raih Juara pada Kejuaraan Pencak Silat Krakatau Championship II | Foto: ranjana.id-011

ranjana.id – Lampung Selatan | Atlet pencak silat MTs Raudlatul Ulum, Dusun Damar Lega, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Krakatau Championship II Se-Lampung Selatan. Dalam kejuaraan tersebut, tiga atlet MTs Raudlatul Ulum sukses meraih satu medali emas dan dua medali perak.

Kejuaraan yang diikuti oleh 188 atlet dari berbagai perguruan pencak silat ini menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana pembinaan atlet untuk mengembangkan kemampuan, menguji hasil latihan, serta meningkatkan prestasi dalam olahraga bela diri tradisional Indonesia.

Dalam kejuaraan tersebut, Pengurus KESTI TTKKDH Lampung Selatan turut mengirimkan 13 atlet yang bertanding mulai dari kategori usia dini hingga remaja. Dari kontingen tersebut, tiga atlet MTs Raudlatul Ulum berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya, yakni Zulena yang meraih medali emas, serta Dzahiratun Nazwa dan Muhammad Nurkholis yang masing-masing meraih medali perak.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi pihak sekolah, keluarga, pelatih, official, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan bakat siswa di bidang olahraga pencak silat.

Manager Tim Atlet KESTI TTKKDH Lampung Selatan, Kang Bedi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan menampilkan kemampuan terbaik selama pertandingan.

Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, semangat juang, serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet. “Prestasi yang diraih para atlet ini patut kita syukuri dan apresiasi. Kejuaraan bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, mental juara, dan rasa tanggung jawab. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya,” ungkap Kang Bedi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Saka Maulana, Keyziya Purnama, R, dan Rika Fatharani selaku official, para pelatih, orang tua atlet, pihak sekolah, serta seluruh pengurus KESTI TTKKDH Lampung Selatan yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi atlet pencak silat.

Kepala MTs Raudlatul Ulum, Neni Wahyuningsih, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan siswa-siswi dalam mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Krakatau Championship II.

Menurutnya, dukungan sekolah terhadap keikutsertaan siswa/i dalam kompetisi merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat peserta didik, khususnya di bidang olahraga.

“Kami mendukung keikutsertaan siswa-siswi dalam kejuaraan ini sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi, bakat, dan minat mereka di bidang olahraga, khususnya pencak silat. Kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, melatih kedisiplinan, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan karakter positif,” ungkap Neni Wahyuningsih.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik di dalam kelas, tetapi juga mencakup pengembangan bakat, keterampilan, dan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun kompetisi.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian siswa-siswi kami. Keberhasilan meraih satu medali emas dan dua medali perak ini merupakan hasil dari kerja keras, latihan, kedisiplinan, serta semangat juang para atlet,” tuturnya.

Neni juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, Official, guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga siswa-siswi MTs Raudlatul Ulum dapat mengikuti kejuaraan dan meraih hasil yang membanggakan.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkompetisi secara positif.

“Kami berharap para siswa tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih. Jadikan prestasi ini sebagai langkah awal untuk meraih keberhasilan yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya. Kami juga berpesan agar para siswa tetap mengutamakan pendidikan, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam setiap pertandingan,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang perlu dibimbing dan dikembangkan agar mampu tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki rasa tanggung jawab.

“Kami mengucapkan selamat kepada siswa-siswi MTs Raudlatul Ulum yang telah meraih prestasi. Semoga pencapaian ini membawa kebanggaan bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat, sekaligus menginspirasi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi sesuai dengan minat dan kemampuannya masing-masing,” tutupnya.

Secara keseluruhan, kontingen KESTI TTKKDH Lampung Selatan berhasil meraih 13 medali, terdiri atas empat medali emas, enam medali perak, dan tiga medali perunggu.
Berikut daftar atlet KESTI TTKKDH Lampung Selatan beserta prestasi yang diraih dalam Kejuaraan Pencak Silat Krakatau Championship II:

  • Peraih Juara 1 – Medali Emas
    1. Putri Salsa Bela
    2. M. Fahriziha
    3. Willy Pratama
    4. Zulena
  • Peraih Juara 2 – Medali Perak
    1. Dzahiratun Nazwa
    2. M. Nurkholis
    3. Renita Salsabila
    4. Faiz Adiatama
    5. Bambang Suratno
    6. M. Rizki Saputra
  • Peraih Juara 3 – Medali Perunggu
    1. Ayu Aprilia
    2. Jihan Aqila Syarif
    3. Siti Nur Aisyah

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan, disiplin dalam berlatih, serta dukungan dari sekolah, keluarga, pelatih, dan organisasi memiliki peran penting dalam melahirkan atlet berprestasi.

Prestasi para atlet diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masing-masing perguruan dan lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa. (Redaksi-011)