ranjana.id – Bandar Lampung | Animasi bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan beragam kisah dan emosi. Memperingati Hari Animasi Internasional setiap 28 Oktober, berikut enam film animasi dengan gaya visual dan cerita yang menarik untuk ditonton.
Peringatan Hari Animasi Internasional digagas Asosiasi Film Animasi Internasional (ASIFA) pada 2002. Tanggal tersebut merujuk pada pertunjukan animasi publik Émile Reynaud di Paris pada 28 Oktober 1892.
Spirited Away (2001)
Film karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli ini mengikuti perjalanan Chihiro di dunia roh. Dengan visual imajinatif dan karakter unik, kisahnya mengeksplorasi keberanian, identitas, serta proses pendewasaan.
Toy Story (1995)
Disutradarai John Lasseter, Toy Story mengikuti petualangan Woody, Buzz Lightyear, dan mainan lainnya. Film ini menjadi tonggak sejarah sebagai film panjang pertama yang sepenuhnya menggunakan animasi komputer tiga dimensi.
Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)
Film garapan Bob Persichetti, Peter Ramsey, dan Rodney Rothman ini menghadirkan Miles Morales sebagai Spider-Man. Perpaduan visual bergaya komik dan teknik animasi inovatif membuat petualangannya di multisemesta terasa berbeda.
Film ini memenangkan Oscar kategori Film Animasi Terbaik pada 2019. Pendekatan visualnya memperlihatkan bagaimana animasi dapat memadukan estetika komik dengan teknik sinematik modern.
Guillermo del Toro’s Pinocchio (2022)
Guillermo del Toro dan Mark Gustafson menyutradarai adaptasi kisah Pinokio menggunakan teknik stop-motion. Dengan nuansa lebih gelap, film ini mengeksplorasi kehidupan, kehilangan, dan hubungan antara ayah dengan anak. Film tersebut memenangkan Oscar kategori Film Animasi Terbaik pada 2023. Penggunaan boneka dan gerakan yang dibuat secara bertahap menghadirkan tekstur visual khas yang berbeda dari animasi komputer.
Flow (2024)
Film karya sutradara Latvia Gints Zilbalodis ini mengikuti seekor kucing yang bertahan hidup saat banjir besar melanda. Dalam perjalanannya, kucing tersebut harus beradaptasi dan bekerja sama dengan hewan lain.
Flow memenangkan Oscar kategori Film Animasi Terbaik pada 2025. Film ini mengandalkan gerakan, ekspresi hewan, dan suasana visual untuk menyampaikan emosi tanpa banyak dialog.
The Boy and the Heron (2023)
Karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli ini menceritakan Mahito, seorang anak yang memasuki dunia misterius setelah mengalami kehilangan. Petualangannya memadukan fantasi, duka, dan pencarian jati diri melalui visual kaya simbolisme.
Film ini memenangkan Oscar kategori Film Animasi Terbaik pada 2024. Karya tersebut juga meraih penghargaan Film Animasi Terbaik dalam ajang BAFTA pada tahun yang sama. (*)






