IPSI Lamsel Buka Resmi Krakatau Championship II

Peserta Krakatau Championship II | Foto: ranjana.id-011

ranjana.id – Lampung Selatan | Kejuaraan Pencak Silat Krakatau Championship II Se-Lampung Selatan resmi digelar di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (30/10/2026). Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan atlet, peningkatan prestasi, sekaligus mempererat persaudaraan antarpesilat dari berbagai perguruan pencak silat.

Pencak silat tidak hanya merupakan warisan seni bela diri dan budaya bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi cabang olahraga prestasi yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta mental juara generasi muda. Melalui kejuaraan ini, para pesilat diharapkan dapat mengembangkan kemampuan, mengukur hasil latihan, dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Ketua Pelaksana Krakatau Championship II sekaligus Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Sragi, Eko Wibowo, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pembinaan atlet pencak silat, khususnya di wilayah Lampung Selatan.

Menurutnya, kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, meningkatkan pengalaman bertanding, serta memperkuat semangat pembinaan di masing-masing perguruan.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026, dengan diikuti sebanyak 188 peserta dari berbagai perguruan pencak silat dan unsur sekolah.

Adapun peserta berasal dari Perguruan KESTI TTKKDH, Tapak Suci, PSHT, SSA, Pagar Nusa, IPSI Sragi, IPSI Lampung Timur, Perguruan Kujang Mas, Perguruan Intan, Perguruan Satria Mas, Terate Emas Rajabasa, serta sejumlah sekolah.

Keikutsertaan berbagai perguruan tersebut menunjukkan besarnya semangat pembinaan pencak silat sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan membangun persaingan yang sehat di antara para atlet.

Pelaksana Harian IPSI Lampung Selatan, Ali Wardana, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat merupakan seni bela diri sekaligus warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Menurutnya, pencak silat memiliki nilai-nilai luhur yang tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk kepribadian, etika, dan tanggung jawab seorang pesilat.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat bertanding dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

“Seorang pesilat harus tetap semangat karena membawa nama baik perguruan masing-masing. Jaga etika kita sebagai pesilat maupun seorang pendekar. Mari kita junjung tinggi sportivitas dan bersama-sama membawa nama harum perguruan masing-masing,” pesannya.

Ali berharap kejuaraan ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan persaudaraan yang menjadi jati diri pencak silat.

Camat Sragi, Wayan Susana, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Krakatau Championship II di Kecamatan Sragi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pelaksana beserta jajaran panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kejuaraan untuk kedua kalinya di Desa Sumber Agung menjadi langkah positif dalam mengembangkan pencak silat dan membangun semangat olahraga di tengah masyarakat.

Wayan Susana juga menekankan bahwa pencak silat dapat menjadi salah satu jalur bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi, termasuk sebagai salah satu pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kejuaraan pencak silat ini bukan hanya menjadi tempat untuk meraih prestasi, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan antarpesilat dan perguruan, sehingga pencak silat semakin berkembang serta memberikan dampak positif bagi generasi muda di Kecamatan Sragi dan Kabupaten Lampung Selatan.

Pelaksanaan Krakatau Championship II Se-Lampung Selatan turut dihadiri unsur Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Sragi serta sejumlah pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Melalui kejuaraan ini, diharapkan lahir atlet-atlet pencak silat yang berprestasi, berkarakter, disiplin, dan mampu membawa nama baik perguruan maupun daerahnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Krakatau Championship II menjadi ruang pertemuan bagi para pesilat untuk memperkuat persaudaraan, menghormati perbedaan perguruan, serta menanamkan semangat bahwa kemenangan sejati tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga oleh sikap sportif, etika, dan penghormatan terhadap sesama.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pembinaan pencak silat di Lampung Selatan diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus turut melestarikan warisan budaya bangsa. (Redaksi-011)