Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Kembangkan Budidaya Lobster Air Tawar

ranjana.id – Bandar Lampung | Program pembinaan kemandirian bagi warga binaan di Lapas Kelas I Bandar Lampung terus berkembang melalui berbagai kegiatan produktif. Salah satunya adalah budidaya lobster air tawar yang dikelola oleh warga binaan sebagai sarana pembelajaran keterampilan sekaligus peluang usaha bernilai ekonomis.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Nefrizon menjelaskan, budidaya lobster air tawar relatif mudah dilakukan selama kebutuhan dasar habitatnya terpenuhi.

“Untuk perawatannya tidak terlalu sulit. Kuncinya air harus terus mengalir dan jangan sampai mati. Selain itu, tinggi permukaan air juga harus dijaga sekitar 20 sentimeter,” ujar Nefrizon saat menjelaskan proses pemeliharaan lobster air tawar di area pembinaan kerja lapas, Senin 16 Juni 2026.

Menurutnya, kolam budidaya juga dilengkapi dengan tempat berlindung yang berfungsi sebagai habitat alami bagi lobster. Selain menjadi tempat persembunyian, media tersebut membantu menjaga kenyamanan lobster selama masa pertumbuhan.

“Lobster juga membutuhkan tempat berlindung. Karena itu di dalam kolam kami sediakan media khusus agar mereka bisa bersembunyi dan beradaptasi dengan baik,” katanya.

Nefrizon menjelaskan bahwa ukuran lobster air tawar berbeda dengan lobster laut yang dikenal memiliki ukuran lebih besar. Pada lobster air tawar, ukuran yang dicapai saat dewasa memang lebih kecil, namun tetap memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.

“Kalau lobster air tawar memang tidak bisa sebesar lobster laut. Ukuran yang ada sekarang sudah termasuk ukuran maksimal untuk jenis ini,” jelasnya.

Untuk masa budidaya, lobster air tawar membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga siap dipanen.

“Siklus budidayanya sekitar delapan bulan. Setelah itu baru bisa dipanen,” ungkap Nefrizon.

Dari sisi ekonomi, budidaya lobster air tawar dinilai cukup menjanjikan. Harga jual lobster air tawar dapat mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram. Dalam satu kilogram, biasanya terdiri dari sekitar tujuh ekor lobster berukuran besar.

“Harga jualnya bisa mencapai Rp200 ribu per kilogram. Untuk ukuran besar, satu kilogram biasanya berisi sekitar tujuh ekor,” katanya.

Program budidaya lobster air tawar ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Selain mendukung produktivitas warga binaan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan sektor perikanan di lingkungan lapas. (*)