ranjana.id – New York | Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 yang bersejarah—dengan 48 tim peserta—Timnas Senegal tiba di Amerika Serikat dengan membawa beban sejarah dan ambisi besar. Dikenal sebagai “Singa Terang” (Teranga Lions), skuad asuhan Pape Thiaw ini tidak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan baru yang disegani di kancah sepak bola dunia, sama seperti yang dilakukan generasi 2002.
Dipastikan tampil di Grup I bersama raksasa Prancis, Norwegia, serta Irak , Senegal memulai petualangan mereka dengan laga pembuka yang sarat akan kenangan: melawan Prancis di Stadion MetLife, New Jersey, pada 16 Juni 2026 .
Skuad Berpengalaman dengan Sentuhan Muda
Pelatih Pape Thiaw, yang mengambil alih kursi kepelatihan pada 2024 setelah menggantikan Aliou Cisse, telah meracik komposisi tim yang ideal. Dari daftar 28 pemain yang dipanggil, ia harus mencoret dua nama untuk memenuhi kuota final FIFA sebanyak 26 pemain per 1 Juni 2026 . Hasilnya, Senegal memberangkatkan skuad dengan perpaduan sempurna antara kapten veteran dan talenta muda eksplosif.
Inti tim masih dipercayakan kepada para pilar yang sudah malang melintang. Sadio Mane, sang superstar yang absen di Piala Dunia 2022 karena cedera, kini kembali fit dan siap memimpin lini serang sebagai kapten . Bersamanya ada duet tangguh di lini pertahanan, Kalidou Koulibaly, yang tetap menjadi batu karang di belakang, serta gelandang pekerja keras Idrissa Gana Gueye yang pada usia 36 tahun masih menunjukkan vitalitas luar biasa dalam setiap laga .
Yang paling menarik perhatian adalah keberanian Thiaw memanggil nama-nama muda potensial. Dua remaja berusia 18 tahun, Bara Sapoko Ndiaye (Bayern Muenchen) dan Ibrahim Mbaye (PSG), masuk dalam daftar. Bahkan Mbaye, yang merupakan pemain PSG, dinobatkan sebagai pencetak gol termuda Senegal di laga senior pada tahun 2024 . Ditambah dengan nama seperti Nicolas Jackson (Chelsea) dan Pape Matar Sarr (Tottenham), Senegal memiliki kedalaman skuad yang patut diperhitungkan .
Skuad lengkap Senegal di Piala Dunia 2026:
- Penjaga Gawang: Edouard Mendy (Al-Ahli), Yehvann Diouf (Nice), dan Mory Diaw (Le Havre).
- Bek: Krepin Diatta (Monaco), Antoine Mendy (Nice), Abdoulaye Seck (Maccabi Haifa), Kalidou Koulibaly (Al-Hilal), Ilay Camara (Anderlecht), Moussa Niakhate (Lyon), Mamadou Sarr (Chelsea), El-Hadji Malick Diouf (West Ham United), Moustapha Mbow (Paris FC), dan Ismail Jakobs (Galatasaray).
- Gelandang: Idrissa Gueye (Everton), Habib Diarra (Sunderland), Pape Matar Sarr (Tottenham), Pape Gueye (Villarreal), Lamine Camara (Monaco), Pathe Ciss (Rayo Vallecano), dan Bara Ndiaye (Bayern Munich).
- Penyerang: Sadio Mane (Al-Nassr), Bamba Dieng (Lorient), Iliman Ndiaye (Everton), Nicolas Jackson (Bayern Munich), Assane Diao (Como), Ibrahim Mbaye (Paris St-Germain), Cherif Ndiaye (Samsunspor), dan Ismaila Sarr (Crystal Palace).
Kekuatan, Kelemahan, dan Target Bermain
Kekuatan utama Senegal terletak pada lini tengah dinamis mereka yang kompak serta pengalaman di lini pertahanan. Koulibaly, misalnya, tercatat bermain penuh dalam 900 menit kualifikasi tanpa tergantikan . Gaya bermain 4-3-3 yang agresif menjadi senjata andalan mereka untuk menekan lawan.
Namun, ada satu “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan oleh skuad ini: ketajaman di posisi penyerang tengah. Nicolas Jackson, yang diproyeksikan sebagai ujung tombak, memang memiliki kualitas, namun kontribusi golnya untuk tim nasional masih di bawah ekspektasi dibandingkan performanya di klub. Ia hanya mencetak lima gol dari 23 caps kompetitif, sehingga dibutuhkan kontribusi dari sayap seperti Ismaila Sarr atau Iliman Ndiaye untuk memecah kebuntuan .
Target mereka jelas, melampaui pencapaian Piala Dunia 2022 yang terhenti di babak 16 besar dan menyamai prestasi terbaik sepanjang masa yaitu perempat final edisi 2002. Koulibaly sendiri tidak malu-malu mengungkapkan target ini.
“Semua pemain di generasi saya tahu tentang kelas 2002, kami ingin menyamai performa mereka, atau bahkan meningkatkannya,” ujar Koulibaly dalam wawancara dengan RRI .
Fokus pada Laga Pembuka Melawan Prancis
Seluruh mata akan tertuju pada laga pembuka melawan Prancis. Bagi Senegal, ini bukan sekadar pertandingan grup. Ini adalah “ulangan” sejarah. Pada tahun 2002, Senegal yang saat itu baru pertama kali tampil, menggemparkan dunia dengan mengalahkan Prancis yang merupakan juara bertahan saat itu .
Kali ini, meski Prancis tetap diunggulkan dengan skuat bintang yang dipimpin Kylian Mbappe, Senegal datang dengan rasa percaya diri yang berbeda. Mereka adalah juara Afrika (meskipun status ini masih dalam proses banding terkait insiden final AFCON 2026) dan telah membuktikan ketangguhan dengan rekor tak terkalahkan di babak kualifikasi .
Kabar baik bagi skuad Senegal adalah kondisi Idrissa Gana Gueye yang dipastikan fit setelah sempat mengalami cedera ringan. Ia telah kembali berlatih penuh dan siap mengawal lini tengah . Dengan skuat lengkap dan motivasi tinggi, Senegal bertekad untuk kembali “menggigit” Prancis dan membuka jalan menuju babak gugur .
Jadwal Grup I Piala Dunia 2026:
- 16 Juni 2026: Prancis vs Senegal.
- 23 Juni 2026: Norwegia vs Senegal.
- 26 Juni 2026: Senegal vs Irak.
Fakta Menarik Jelang Piala Dunia 2026
- Dominasi Eropa: Senegal memberangkatkan 20 pemain yang berkarir di lima liga top Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol), jumlah yang sama dengan Argentina sebagai negara non-Eropa dengan representasi terbanyak .
- Aturan Seragam: Sebuah aturan menarik dari FIFA mengharuskan Senegal melepas bintang satu di atas logo seragam mereka. Bintang tersebut adalah simbol kemenangan Piala Afrika (AFCON) 2021, tetapi FIFA hanya mengizinkan bintang untuk kemenangan Piala Dunia .
Terlepas dari drama di final AFCON, Senegal sedang dalam tren positif. Mereka tidak terkalahkan dalam 30 pertandingan kompetitif terakhir (di luar final yang masih dalam proses banding), mencetak 61 gol dan hanya kebobolan 11 .
Dengan perpaduan antara haus akan sejarah, energi muda, dan kebijaksanaan pemain tua, Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 bukanlah sekadar pelengkap. Mereka adalah kuda hitam yang siap menerkam, memulai misi mereka di tanah Amerika untuk menuliskan babak baru bagi sepak bola Afrika. (Redaksi-001)






