ranjana.id – New York | Pada tanggal 14 Mei 2026, pelatih Didier Deschamps secara resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan membela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada . Turnamen yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 ini menjadi momen spesial sekaligus mengharukan bagi skuad Les Bleus, karena ini adalah edisi terakhir Deschamps sebagai pelatih kepala setelah 14 tahun memimpin .
Namun, ada misi besar yang lebih dalam dari sekadar perpisahan: membalaskan dendam kekalahan dramatis di final 2022.
Skuad Penuh Kejutan: Darah Muda dan Veteran
Deschamps membuat keputusan berani dengan mencoret beberapa nama besar untuk edisi kali ini. Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga dan penyerang Randal Kolo Muani dipastikan absen karena alasan performa dan kebugaran . Juga, Hugo Ekitike harus gigit jari akibat cedera robekan tendon Achilles .
Sebagai gantinya, pelatih asal Prancis itu mulai menunjukkan transisi generasi dengan memanggil talenta muda yang tengah bersinar di Eropa, seperti Warren Zaire-Emery, Desire Doue, Maghnes Akliouche, dan Bradley Barcola . Beberapa nama seperti gelandang serang Michael Olise (Bayern Munich) dan penyerang Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace) juga diprediksi akan menjadi pilar penting .
Dari skuad juara dunia 2018 yang tersisa, hanya empat pemain yang masih bertahan: Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, N’Golo Kante, dan Lucas Hernandez . Sementara di bawah mistar, Mike Maignan resmi menjadi suksesor Hugo Lloris yang telah pensiun dari timnas .
Kekuatan Utama: “Pabrik Gol” Termahal di Dunia
Jika ada satu sektor yang paling ditakuti dari Prancis 2026, itu adalah lini serang mereka. Beberapa sumber menyebut nilai pasar sembilan pemain depan yang dibawa ke turnamen ini mencapai lebih dari €800 juta .
Michael Olise, Ousmane Dembele, Kylian Mbappe, dan Desire Doue saja diperkirakan bernilai €530 juta—angka yang lebih besar dari total nilai pasar seluruh penyerang Timnas Brasil di edisi ini (€502 juta) .
Selain kecepatan dan skill individu, faktor pembeda utama Timnas Prancis kali ini adalah kedalaman skuad. Legenda Timnas Prancis, Thierry Henry, menilai ini sebagai keunggulan kompetitif yang sesungguhnya.
“Saya melihat Prancis sebagai kandidat terkuat… Di bangku cadangan. Kedengarannya sederhana, tetapi kedalaman skuad sangat penting. Jika pemain pengganti Anda setara dengan sebelas pemain inti, itu merupakan keuntungan besar,” ujar Henry .
Pelatih Deschamps juga dikabarkan telah beralih ke formasi 4-2-3-1, memberikan kebebasan lebih bagi para pemain sayap dan gelandang serang untuk mengekspresikan kemampuan mereka .
Kapten Baru, Jiwa Baru: “Tobat” Mbappe
Kylian Mbappe hadir sebagai kapten dan ujung tombak dengan status yang sedikit berbeda. Masih menjadi pemain terbaik dunia, ia kini lebih dewasa. Menariknya, menjelang turnamen, Mbappe secara terbuka mengakui kekurangannya dan berjanji untuk berubah.
“Saya harus meningkatkan performa bertahan. Ini penting bagi tim, dan saya harus melakukannya,” janji Mbappe, yang menandakan transformasi dirinya menjadi pemimpin yang lebih total .
Ancaman di Grup I: Hati-hati dengan Singa Teranga
Prancis tergabung di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia . Meski dijagokan sebagai juara grup, laga pembuka melawan Senegal di Stadion MetLife, New Jersey pada 17 Juni 2026 menyimpan luka sejarah tersendiri .
Publik masih ingat bagaimana Senegal mengejutkan dunia dengan mengalahkan Prancis di laga pembuka Piala Dunia 2002. Thierry Henry memperingatkan agar skuad tidak lengah.
“Senegal selalu menjadi negara dengan pemain-pemain istimewa. Mereka bermain melawan kami secara berbeda. Mengalahkan Prancis adalah sesuatu yang sangat besar bagi mereka,” peringat Henry .
Selain Senegal, Norwegia juga dinilai sebagai “kuda hitam” yang siap menyulitkan .
Prediksi Formasi dan Starting Eleven
Menjelang laga kontra Senegal, banyak analis memprediksi Deschamps akan menurunkan susunan pemain terbaiknya (4-2-3-1):
Penjaga Gawang: Mike Maignan (Milan), Robin Risser (Lens), dan Brice Samba (Rennes).Bek: Lucas Digne (Aston Villa), Malo Gusto (Chelsea), Lucas Hernandez (PSG), Theo Hernandez (Al-Hilal), Ibrahima Konate (Liverpool), Jules Kounde (Barcelona), Maxence Lacroix (Crystal Palace), William Saliba (Arsenal), dan Dayot Upamecano (Bayern Munich).
Gelandang: N’Golo Kante (Fenerbahçe), Manu Kone (Roma), Adrien Rabiot (Milan), Aurélien Tchouaméni (Real Madrid), dan Warren Zaïre-Emery (PSG).
Penyerang: Maghnes Akliouche (Monaco), Bradley Barcola (PSG), Rayan Cherki (Manchester City), Ousmane Dembele (PSG), Désire Doue (PSG), Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace), Kylian Mbappe (Real Madrid), Michael Olise (Bayern Munich), dan Marcus Thuram (Inter Milan).
Perjalanan Menuju Final: Akhir yang Manis?
Didier Deschamps memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih pertama sejak Vittorio Pozzo (1938) yang memenangkan dua Piala Dunia . Mampukah ia mengulang sukses 2018?
Jika melihat data dan prediksi AI, Prancis adalah favorit. Sebuah konsultan asal Prancis, AVISIA, memberikan peluang 21 persen bagi Les Bleus untuk juara, berbagi angka tertinggi dengan Argentina .
Dengan kombinasi pemain muda lapar prestasi, veteran berpengalaman, dan keinginan kuat untuk mengubur mimpi buruk final 2022 serta mengantarkan pelatih legendaris mereka pensiun dengan mahkota, Prancis bukan hanya tim yang kuat di atas kertas, tetapi juga tim yang memiliki “cerita” untuk diselesaikan di Amerika 2026. (Redaksi-001)






