ranjana.id – Boston | Setelah menunggu selama 28 tahun lamanya, Timnas Skotlandia akhirnya kembali merasakan pesta sepak bola terbesar dunia. Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi saksi kebangkitan The Tartan Army, yang terakhir kali tampil di ajang ini pada edisi 1998 di Prancis .
Kehadiran Skotlandia di Amerika Utara bukan sekadar nostalgia. Dengan skuad yang diperkuat para bintang yang bermain di kompetisi top Eropa, target mereka jelas: untuk pertama kalinya dalam sejarah, lolos dari fase grup dan menembus babak gugur .
Jalan Drama ke Piala Dunia
Perjalanan Skotlandia menuju Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Mereka tergabung dalam Grup C kualifikasi zona Eropa bersama Denmark, Yunani, dan Belarus. Puncaknya terjadi pada laga pamungkas melawan Denmark, di mana Skotlandia hanya butuh kemenangan untuk lolos otomatis.
Dalam pertandingan dramatis yang berakhir 4-2, The Tartan Army menunjukkan mental baja. Tertinggal dan terus ditekan, dua gol tercipta di masa injury time, termasuk gol spektakuler Kieran Tierney dari dalam setengah lapangan yang membuat 51.000 suara di Hampden Park meledak. Kemenangan tersebut memastikan Skotlandia finis di puncak klasemen dengan 13 poin dan mengamankan tiket ke Amerika Serikat .
Pelatih Steve Clarke memanggil 26 pemain untuk misi bersejarah ini. Skuad ini dibangun di atas fondasi pemain yang telah berpengalaman di turnamen besar (Euro 2020 dan 2024), dipadukan dengan beberapa wajah baru yang sedang on-fire.
Skuad lengkap Skotlandia di Piala Dunia 2026:
- Penjaga Gawang: Craig Gordon (Hearts), Angus Gunn (Nottingham Forest), dan Liam Kelly (Rangers).
- Bek: Grant Hanley (Hibernian), Jack Hendry (Al Ettifaq), Aaron Hickey (Brentford), Dominic Hyam (Wrexham), Scott McKenna (Dinamo Zagreb), Nathan Patterson (Everton), Anthony Ralston (Celtic), Andy Robertson (Liverpool), John Souttar (Rangers), dan Kieran Tierney (Celtic).
- Gelandang: Ryan Christie (Bournemouth), Findlay Curtis (Rangers), Lewis Ferguson (Bologna), Ben Gannon-Doak (Bournemouth), Billy Gilmour (Napoli), John McGinn (Aston Villa), Kenny McLean (Norwich City), dan Scott McTominay (Napoli)
- Penyerang: Che Adams (Torino), Lyndon Dykes (Birmingham City), George Hirst (Ipswich Town), Lawrence Shankland (Hearts), dan Ross Stewart (Southampton).
Lini Pertahanan yang Solid
Andy Robertson (Tottenham) tetap menjadi kapten dan motor di sisi kiri, didampingi Kieran Tierney (Celtic) yang kembali bugar . Di usia 43 tahun, kiper veteran Craig Gordon (Hearts) akan menjadi pemain tertua di turnamen ini, meskipun nomor punggung 1 diberikan kepada Angus Gunn (Nottingham Forest) .
Gelandang Kelas Dunia
Lini tengah adalah kekuatan utama Skotlandia. John McGinn (Aston Villa) datang dengan status segar sebagai juara Liga Europa, sementara Scott McTominay (Napoli) telah berkembang menjadi salah satu gelandang tengah terbaik di dunia . Billy Gilmour seharusnya menjadi bagian penting, namun cedera lutut di laga persahabatan memaksanya mundur. Posisinya digantikan oleh talenta muda Manchester United, Tyler Fletcher yang baru berusia 18 tahun .
Lini Depan Tajam
Setelah sekian lama mencari penyerang haus gol, Skotlandia akhirnya menemukan Lawrence Shankland. Striker Rangers ini masuk turnamen dengan catatan 24 gol dalam 38 pertandingan musim ini dan mencetak tiga gol dalam dua laga uji coba terakhir. Ia diprediksi akan menjadi ujung tombak, kemungkinan besar berduet dengan Che Adams (Torino) dalam formasi 4-4-2 agresif yang mulai diadaptasi Clarke .
Tantangan di Grup C
Skotlandia membuka kampanye melawan Haiti di Boston pada 14 Juni 2026. Laga ini sangat krusial karena diprediksi sebagai laga “wajib menang” untuk membuka peluang lolos . Steve Clarke, yang mengakui tidak menikmati dua turnamen Euro sebelumnya, bertekad untuk “memulai dengan kaki depan” setelah kegagalan di Euro 2024 .
Setelah Haiti, tantangan yang lebih besar menanti: Maroko yang merupakan semifinalis Piala Dunia 2022, dan raksasa Brasil yang selalu menjadi langganan favorit. Meskipun secara materi pemain Brasil dan Maroko di atas kertas lebih unggul, semangat “Underdog” Skotlandia dan dukungan luar biasa dari The Tartan Army bisa menjadi faktor kejutan .
Peluang dan Sejarah
Sejarah mencatat, Skotlandia belum pernah lolos dari fase grup dalam 8 partisipasi sebelumnya, seringkali gagal karena selisih gol pada era 1970-an dan 1980-an . Namun, Steve Clarke memiliki perasaan berbeda kali ini. “Kami mengecewakan diri kami sendiri di Jerman (Euro 2024). Kali ini, saya berbeda, dan kami siap memecahkan langit-langit kaca itu,” ujar Clarke dalam wawancara dengan BBC .
Dengan format baru yang menyediakan 16 tiket babak 32 besar (knockout), peluang itu terbuka lebar. Sebuah kemenangan atas Haiti akan menempatkan mereka dalam posisi yang sangat nyaman.
Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang sepak bola bagi Skotlandia; ini adalah tentang mengakhiri penantian panjang, membuktikan bahwa mereka layak bersaing dengan yang terbaik, dan menulis babak baru yang lebih manis dalam sejarah sepak bola mereka. The Tartan Army sudah datang, dan mereka tidak hanya datang untuk bernyanyi, tetapi juga untuk menang. (Redaksi-001)






