Tuan Rumah Amerika Serikat Siap Wujudkan Mimpi Di Piala Dunia 2026

Timnas Amerika Serikat | Foto: Istimwa

ranjana.id – Los Angeles | Piala Dunia 2026 menjadi edisi spesial bagi Amerika Serikat. Bukan hanya karena turnamen ini digelar di Amerika Utara—dengan AS bertindak sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko—tetapi juga karena ini adalah edisi pertama dengan format 48 tim yang mempertandingkan 104 pertandingan dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 .

Pelatih Mauricio Pochettino telah menetapkan 26 nama yang akan membela “The Stars and Stripes” di putaran final. Komposisi skuad ini menarik karena tepat setengahnya (13 pemain) adalah wajah lama yang sudah merasakan Piala Dunia 2022 di Qatar, sementara 13 lainnya akan merasakan debut di turnamen ini .

Skuad Amerika Serikat mencatatkan rekor menarik, dengan rata-rata usia 26 tahun 332 hari pada laga pembuka melawan Paraguay, mereka menjadi skuad termuda kelima yang pernah dikirim AS ke Piala Dunia .

Tak dapat dipungkiri, Christian Pulisic adalah wajah sepak bola Amerika saat ini. Dengan 84 caps (penampilan internasional) dan 32 gol, pemain berusia 27 tahun ini adalah pemain paling berpengalaman di skuad . Setelah bermain untuk AC Milan, ekspektasi terhadap “Captain America” untuk menginspirasi rekan-rekannya di atas panggung dunia sangatlah besar .

Namun, Pochettino sadar bahwa sepak bola modern tidak bisa hanya mengandalkan satu pemain.

“Menjadi realistis, dan lakukan hal yang mustahil.” Itulah slogan yang diadopsi Pochettino dan para pemain menjelang turnamen.

Sorotan juga tertuju pada lini pertahanan. Chris Richards (Crystal Palace) disebut-sebut sebagai bek terbaik yang dimiliki AS saat ini, setelah menjalani dua musim impresif di Premier League . Ia akan dipasangkan dengan veteran Tim Ream yang usianya 38 tahun, sekaligus mencatatkan diri sebagai pemain tertua AS yang tampil di Piala Dunia .

Skuad lengkap Amerika Serikat di Piala Dunia 2026:

  • Penjaga Gawang: Matt Turner (New England Revolution), Matt Freese (New York City FC), dan Chris Brady (Chicago Fire).
  • Bek: Sergino Dest (PSV), Antonee Robinson (Fulham), Chris Richards (Crystal Palace), Tim Ream (Charlotte FC), Joe Scally (Borussia Mönchengladbach), dan Alex Freeman (Villarreal).
  • Gelandang: Tyler Adams (Bournemouth), Weston McKennie (Juventus), Giovanni Reyna (Borussia Monchengladbach), dan Malik Tillman (Bayer Leverkusen).
  • Penyerang: Christian Pulisic (AC Milan), Folarin Balogun (Monaco), Ricardo Pepi (PSV), dan Timothy Weah (Marseille).

The Pochettino Effect

Penunjukan Mauricio Pochettino pada September 2024 adalah sebuah pernyataan ambisi. Didatangkan setelah era Gregg Berhalter yang berakhir mengecewakan di Copa America 2024 (kekalahan 1-5 dari Kolombia), pelatih asal Argentina ini membawa pengalaman level elite dari Tottenham, PSG, dan Chelsea .

Pochettino dikenal tidak mau mengambil risiko besar dengan permainan high pressing yang gila-gilaan. Menyadari bahwa AS tidak memiliki pemain di jajaran top 100 dunia versi FIFA, ia menerapkan sistem mid-block yang pragmatis . Targetnya jelas: kuasai bola 60 persen saat melawan tim yang dianggap lebih lemah, dan bertahan solid dengan kompak saat berhadapan dengan raksasa .

Dalam uji coba terbaru, Pochettino bereksperimen dengan formasi 3-4-2-1, memberikan kebebasan kepada bek sayap seperti Sergiño Dest dan Antonee Robinson untuk naik membantu serangan .

Jalan yang Terbuka Di Grup D

Keberuntungan tampak berpihak pada tuan rumah. Di Grup D, Amerika Serikat tergabung bersama Paraguay, Australia, dan Turkiye. Di atas kertas, ini adalah grup yang “ramah” dibandingkan potensi grup neraka lainnya .

Berikut jadwal lengkap laga Grup D untuk AS :

  • 13 Juni 2026: Amerika Serikat vs Paraguay.
  • 20 Juni 2026: Amerika Serikat vs Australia.
  • 26 Juni 2026: Turki vs Amerika Serikat.

Laga pembuka melawan Paraguay di Los Angeles akan menjadi penentu awal. Jika mampu meraih 4-6 poin dari tiga laga, peluang lolos ke babak 32 besar (format baru di mana 16 besar digantikan oleh 32 besar) sangatlah terbuka lebar .

Sejarah mencatat pencapaian terbaik AS di Piala Dunia adalah peringkat ketiga pada edisi perdana 1930. Di era modern, mereka konsisten mencapai babak 16 besar di tahun 2010, 2014, dan 2022 .

Namun, kali ini targetnya lebih tinggi. Gelandang Tyler Adams secara terang-terangan menyebut target “realistis” adalah melampaui pencapaian terbaik sepanjang masa, yakni mencapai semifinal atau bahkan final .

Dengan dukungan penuh dari ribuan fans di stadion dan tekanan sebagai tuan rumah, ini adalah momen emas bagi sepak bola Amerika. Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang menang, tetapi juga tentang meyakinkan dunia bahwa Amerika kini adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di atas lapangan hijau. (Redaksi-001)